Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

DESA · 20 Agu 2023 15:43 WIB ·

Karnaval Betal: Saat Srandil dan Kostum Plastik Menyatukan Desa


					Pemberangkatan brangatan peserta oleh camat Endirjo Rahardjo,S,Saos .MM Perbesar

Pemberangkatan brangatan peserta oleh camat Endirjo Rahardjo,S,Saos .MM

Wonogiri, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Alun-alun Betal Kedungrejo, Nguntoronadi, mendadak berubah menjadi panggung raksasa bagi ribuan warga dari 9 desa dan 2 kelurahan. Bukan sekadar perayaan kemerdekaan, pawai budaya ini menjadi ajang unjuk kekuatan kreativitas desa lewat kostum berbahan daur ulang hingga pameran hasil bumi yang melimpah dari sektor pertanian dan perikanan.

Camat Nguntoronadi, Endrijo Raharjo, menegaskan bahwa karnaval ini adalah simbol keragaman sekaligus upaya mempererat persatuan antarwarga. Seluruh elemen desa, mulai dari pengurus RT, perangkat desa, hingga karang taruna, turun ke jalan untuk memastikan semangat “guyub rukun” tetap terjaga di wilayah Wonogiri.

Kustup plastik bahan bekas

Sampah Menjadi Seni di Tangan Karang Taruna
Salah satu pemandangan paling mencolok adalah partisipasi pelajar dan pemuda yang mengenakan kostum unik dari kertas, plastik, dan koran bekas. Inovasi ini membuktikan bahwa kesadaran lingkungan mulai tumbuh di tingkat desa, di mana barang sisa diubah menjadi karya seni yang menarik perhatian ribuan pasang mata.

Selain kostum modern, kekayaan tradisi lokal tetap menjadi primadona. Kehadiran kesenian Srandil dan Reog Kerohanian yang ditampilkan oleh peserta menjadi representasi kuat dari harmoni antarumat beragama di tengah masyarakat pedesaan.

Hasil Bumi: Wujud Syukur Kedaulatan Pangan
Peserta pawai tidak hanya membawa atribut budaya, tetapi juga mengarak hasil panen dari perkebunan dan perikanan lokal. Hal ini menjadi pengingat bagi publik bahwa kemerdekaan sejati bagi warga desa juga berarti kedaulatan atas hasil bumi yang mereka kelola secara mandiri.

Acara yang dibuka secara resmi bersama anggota DPRD Kabupaten Wonogiri, Sugeng Ahmadi, ini diharapkan tidak hanya menjadi tontonan tahunan yang berkesan. Lebih jauh, karnaval di Alun-alun Betal ini diharapkan menjadi pematik kolaborasi yang lebih erat antarperangkat desa dalam memajukan potensi wilayah Nguntoronadi ke depan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 177 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Demokrasi Setengah Hati pada Pemilihan BPD Desa Tanjungbaru

27 Mei 2026 - 11:15 WIB

Warga Poto Tagih Transparansi Dana Desa Kabupaten Kupang

24 Mei 2026 - 20:12 WIB

Berburu Sertifikat Lahan Bebas Sengketa lewat PTSL Desa Panggul

22 Mei 2026 - 17:31 WIB

Sepak Bola dan Asa Pemuda di Desa Mubur Anambas

22 Mei 2026 - 13:51 WIB

Rapel 5 Bulan, BLT Dana Desa Balumbungan Cair Sekaligus

22 Mei 2026 - 10:32 WIB

Modal Nekat Setop Pabrik, Warga Menjelutung Nikmati SHU

22 Mei 2026 - 08:48 WIB

Trending di DESA