Ternate, Maluku Utara [DESA MERDEKA] – Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (FORKI) Provinsi Maluku Utara membuktikan bahwa menjadi petarung sejati bukan hanya soal ketangkasan di atas matras. Menyambut Ramadan 1447 Hijriah, ratusan karateka dari berbagai perguruan akan menggelar Latihan Gabungan (Latgab) besar-besaran sekaligus aksi bakti sosial bertajuk “FORKI Berbagi” di Kota Ternate, Minggu (15/2/2026).
Ketua Umum FORKI Maluku Utara, Ahmad Assegaf, menegaskan bahwa agenda ini merupakan strategi menyatukan visi seluruh perguruan karate di Maluku Utara. Fokus utamanya adalah mencetak atlet yang tidak hanya tangguh secara teknis, tetapi juga memiliki integritas dan kepekaan sosial yang tinggi.
“Kami ingin memastikan seluruh perguruan memiliki visi yang sama dalam mencetak atlet berintegritas. Menyambut bulan puasa adalah momentum tepat untuk memperkuat mentalitas karateka,” ujar Ahmad, Sabtu (14/2/2026).
Transformasi Dojo Menjadi Ruang Sosial
Sudut pandang menarik dari kegiatan ini adalah pergeseran peran organisasi olahraga menjadi penggerak kemanusiaan. Dalam program “FORKI Berbagi”, organisasi ini telah menyiapkan 200 karung beras (masing-masing 5 kg) untuk disalurkan kepada warga Ternate yang membutuhkan.
Langkah ini menunjukkan bahwa semangat Bushido—kode etik ksatria—diimplementasikan secara nyata melalui kepedulian sosial. Menurut Ahmad, aksi ini merupakan wujud syukur sekaligus cara pengurus mengasah sisi humanis para atlet sebelum memasuki bulan suci.
Sinergi Lintas Perguruan untuk Prestasi Nasional
Selain misi sosial, latihan gabungan ini menjadi ajang pertukaran teknik antarperguruan. Ahmad memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh ketua pengurus provinsi perguruan karate di Maluku Utara atas soliditas yang ditunjukkan. Sinergi ini dianggap krusial untuk meningkatkan posisi tawar prestasi karate Maluku Utara di kancah nasional maupun internasional.
“Tanpa komitmen kolektif, kegiatan yang menggabungkan aspek olahraga dan kemanusiaan ini mustahil dapat terlaksana. Kami berharap frekuensi latihan kolektif seperti ini terus meningkat,” tambahnya.
Melalui agenda ini, FORKI Maluku Utara mengirimkan pesan kuat bahwa disiplin karate justru diuji saat seseorang mampu menyeimbangkan kekuatan fisik dengan kemurnian hati untuk berbagi.

Activity:
•Reporter •Advocate (Kandidat Notaris PPAT) •Konsultan Pendidikan Nawala Education (Overseas Study Advisor – Nawala Education) •Lecturer
Experience:
•Reporter & News Anchor TVRI •Medical Reps. Eisai Indonesia •HRD Metro Selular Nusantara
***
“Penghargaan paling tinggi bagi seorang pekerja keras bukanlah apa yang dia peroleh dari pekerjaan itu, tapi seberapa berkembang ia dengan kerja kerasnya itu.” – John Ruskin


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.