Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMERINTAHAN · 4 Feb 2025 16:16 WIB ·

Kampung Sokanggo Genjot Ketahanan Pangan dengan Bantuan Bibit Sayur


					<em>Kepala Kampung Sokanggo(foto RRI)</em> Perbesar

Kepala Kampung Sokanggo(foto RRI)

Boven Digoel, Papua [DESA MERDEKA] – Pemerintah Kampung Sokanggo, Distrik Mandobo, Kabupaten Boven Digoel, Papua, menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan oleh pemerintah pusat. Bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui penyediaan bibit sayur bagi masyarakat kampung setempat. Program ini dilatarbelakangi oleh keinginan untuk meningkatkan hasil panen dan produksi pangan lokal, sekaligus menjawab tantangan ekonomi yang masih dihadapi masyarakat.

Kepala Kampung Sokanggo, Martinus Wamtop, mengungkapkan bahwa program bantuan bibit sayur ini merupakan salah satu poin penting yang tercantum dalam Musyawarah Kampung tentang penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Kampung (RKPK) tahun anggaran 2025. Menurutnya, program ketahanan pangan adalah program strategis nasional yang harus didukung oleh seluruh tingkatan pemerintahan, mulai dari pusat hingga tingkat kampung. Oleh karena itu, pemerintah kampung memiliki kewajiban untuk menyusun program kerja yang selaras dengan tujuan ketahanan pangan nasional.

“Dalam Musyawarah Kampung penyusunan RKPK 2025, kami tidak hanya menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat, tetapi juga memberikan bantuan bibit sayur,” ujar Martinus Wamtop, Senin (3/2/2025).

Lebih lanjut, Martinus menjelaskan bahwa semua program kerja yang telah disepakati dalam RKPK akan direalisasikan pada tahun anggaran 2025. Ia berharap, bantuan bibit sayur yang diberikan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dengan menanamnya di pekarangan rumah. Dengan demikian, diharapkan setiap rumah tangga dapat memiliki sumber pangan sendiri, sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada pasar dan meningkatkan ketahanan pangan keluarga.

Program bantuan bibit sayur ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan produksi pangan, tetapi juga memiliki dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Dengan memiliki kebun sayur sendiri, masyarakat dapat menghemat pengeluaran untuk membeli kebutuhan pangan sehari-hari. Selain itu, hasil panen sayur juga dapat dijual untuk menambah pendapatan keluarga.

Pemerintah Kampung Sokanggo berharap, program ini dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. Martinus Wamtop juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam program ketahanan pangan ini, sehingga tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai.

Sebagai informasi, program ketahanan pangan merupakan salah satu program prioritas pemerintah pusat yang bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan, keterjangkauan, dan konsumsi pangan masyarakat. Program ini melibatkan berbagai sektor, termasuk pertanian, perikanan, peternakan, dan perdagangan. Pemerintah juga mendorong partisipasi aktif dari pemerintah daerah dan masyarakat dalam menyukseskan program ketahanan pangan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 62 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menakar Masa Depan Ekonomi Desa di Balik Sensus 2026

11 Juni 2026 - 14:46 WIB

Dana Desa Tahap I di Atambua Tembus 94 Persen

10 Juni 2026 - 15:33 WIB

Menteri LH Ditantang Tuntaskan Proyek PSEL Padang Raya

27 Mei 2026 - 08:15 WIB

Menbud Fadli Zon Dorong Pembangunan Museum Desa Masif

20 Mei 2026 - 17:38 WIB

Program TEKAD Sulap Potensi 1.110 Desa Demi Makan Gratis

19 Mei 2026 - 10:19 WIB

Target 59 Negara: Saatnya Produk Desa Sulsel Mendunia

15 Mei 2026 - 07:17 WIB

Trending di PEMERINTAHAN