Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

IPTEK · 27 Mar 2025 11:55 WIB ·

Kades Ketapang Keluhkan Dugaan Intervensi Aplikasi Digital Desa, Harga Tak Wajar?


					Kades Ketapang Keluhkan Dugaan Intervensi Aplikasi Digital Desa, Harga Tak Wajar? Perbesar

Ketapang [DESA MERDEKA] Sejumlah Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Ketapang mengungkapkan kekhawatiran terkait dugaan intervensi dari oknum Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (Pemdes) setempat. Para Kades merasa diarahkan untuk menganggarkan pembelian aplikasi Digital Desa (Digides) dengan harga Rp38,9 juta per desa, dan pembayaran langsung ke rekening vendor di Sulawesi.

Aplikasi berbasis website ini menuai kritik karena dianggap kurang relevan, terutama bagi desa-desa terpencil yang memiliki masalah sinyal internet. Para Kades juga mempertanyakan dasar hukum yang jelas, khawatir kebijakan ini akan menjadi beban di kemudian hari.

“Di wilayah perkotaan mungkin aplikasi ini berguna, tapi di desa pedalaman, bagaimana bisa berfungsi? Jika tidak digunakan, kami yang akan disalahkan,” ungkap seorang Kades, Minggu (23/03/2025).

Para Kades menekankan bahwa dana desa seharusnya diprioritaskan untuk program yang langsung meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bukan proyek yang manfaatnya belum terbukti.

Harga aplikasi yang dianggap tidak wajar juga menjadi sorotan. Para Kades menduga ada indikasi keterkaitan antara vendor penyedia aplikasi dengan oknum Dinas Pemdes. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa biaya pembuatan platform serupa sebenarnya lebih murah.

“Kami meminta agar harga ini ditinjau ulang. Kami tidak menolak digitalisasi, asal ada transparansi dan kepastian hukum,” tambah Kades tersebut.

Kepala Dinas Pemdes Ketapang, Mansen, membenarkan adanya program Digides, tetapi enggan memberikan penjelasan detail. “Belum semua desa menggunakan Digital Desa,” katanya singkat, Senin (25/03/2025).

Data dari Dinas Pemdes menunjukkan bahwa 253 desa di Ketapang menjadi target program ini. Hingga saat ini, 18 desa dilaporkan telah melakukan pembayaran ke vendor yang ditunjuk.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 77 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Proyek Internet Desa: Ladang Cuan Vendor, Perangkat Cepat Modar

9 Agustus 2026 - 14:55 WIB

Tinggalkan Semaian Alami Petani Solok Uji Tanam Instan

29 Juli 2026 - 15:13 WIB

Padi Semi Organik Kemetul: Panen Melimpah, Petani Sumringah

28 Juli 2026 - 13:55 WIB

Sawah Krandegan Panen 3 Kali Lewat Pompa Surya

22 Mei 2026 - 14:16 WIB

Membongkar Birokrasi Lambat, Desa Sukaindah Bekasi Bersiap Digital

18 Mei 2026 - 22:21 WIB

Hilirisasi Daun Iboih Ubah Wajah Ekonomi Aneuk Batee

2 Mei 2026 - 06:18 WIB

Trending di IPTEK