Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KUMHANKAM · 6 Apr 2025 18:21 WIB ·

Kades Istana Luruskan Isu Intimidasi, Ini Fakta Sebenarnya!


					<em>Kepala Desa Istana, Sahlirais, memberikan klarifikasi terkait isu dugaan intimidasi terhadap warganya pasca-pembobolan rumah warga.</em> Perbesar

Kepala Desa Istana, Sahlirais, memberikan klarifikasi terkait isu dugaan intimidasi terhadap warganya pasca-pembobolan rumah warga.

Ketapang [DESA MERDEKA] – Kepala Desa Istana, Sahlirais, Kecamatan Sandai, Ketapang, Kalimantan Barat, dengan tegas membantah pemberitaan sejumlah media daring terkait dugaan intimidasi sepihak terhadap warganya. Melalui pesan singkat, Sabtu (5/4/2025), Sahlirais menyatakan berita tersebut keliru dan membentuk opini menyesatkan. Ia meluruskan kronologi kejadian yang sebenarnya jauh berbeda.

Sahlirais menjelaskan, perangkat desa tidak pernah menggeledah rumah Pranto, apalagi melakukan intimidasi. Kedatangan mereka bersama beberapa warga ke kediaman Pranto pada Rabu malam (2/4/2025) bertujuan menindaklanjuti keresahan warga. Keresahan ini terkait dugaan keterlibatan Pranto dalam kasus pembobolan rumah Imam beberapa hari sebelumnya, yang merugikan korban sekitar Rp80 juta.

“Warga curiga pada inisial PR karena diduga sering membeli barang curian,” ungkap Sahlirais. Kecurigaan ini bertambah karena Pranto bukan warga asli Desa Istana, meskipun hampir sepuluh tahun tinggal namun belum mengurus administrasi kependudukan.

Menindaklanjuti informasi warga, pihak desa berkoordinasi dengan Polsek Sandai via WhatsApp untuk menyelidiki laporan tersebut. Mengingat maraknya kasus pencurian yang meresahkan, perangkat desa, beberapa warga, dan anggota Polsek Sandai mendatangi rumah Pranto. Tujuan mereka adalah bertanya dan mengklarifikasi dugaan, bukan melakukan penggeledahan tanpa izin.

Setibanya di lokasi, warga meminta Kanit Reskrim Polsek Sandai, Carles, meminta izin Pranto memeriksa rumahnya. Pranto mengizinkan, dan pemeriksaan berlangsung disaksikan perangkat desa serta anggota Polsek Sandai.

Karena tidak ada barang bukti, Desa Istana mengundang Pranto, perwakilan warga, Polsek Sandai, dan Koramil Sandai untuk mediasi Jumat (4/4/2025). Mediasi menghasilkan kesepakatan damai dan saling memaafkan. Namun, sekitar pukul 15.00 WIB, muncul berita menuding aparat desa melakukan intimidasi. Sahlirais kembali menegaskan status kependudukan Pranto yang bukan warga Desa Istana.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Sandai, Carles, mengonfirmasi pihaknya hadir atas permintaan desa. Mereka mengawal warga yang hendak klarifikasi dugaan penadahan dengan Pranto. Carles menambahkan, Pranto masih memiliki berkas perkara penadahan yang perlu pendalaman lebih lanjut.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 95 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sinergi Muspika Pebayuran Jamin Keamanan Pelayanan Publik Desa

1 Juli 2026 - 17:20 WIB

Tulungagung Perketat Keamanan Tradisi Suro di Tingkat Desa

11 Juni 2026 - 20:22 WIB

Perampokan Rumah Guru di Desa Ciberung, Warga Diminta Waspada

5 Juni 2026 - 14:08 WIB

Intimidasi di Polsek Obi, Warga Desa Sambiki Menuntut Keadilan

2 Juni 2026 - 15:54 WIB

Jerat Prematur Kasus Pupuk Ilegal Tulungagung di Lahan Sendiri

25 Mei 2026 - 22:52 WIB

Kemenangan Rakyat Kecil: Hakim Batalkan Status Tersangka Warga Tanggamus

6 Mei 2026 - 15:34 WIB

Trending di KUMHANKAM