Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

RAGAM · 19 Nov 2025 00:31 WIB ·

Jembatan Rusak Lumpuhkan Petani, Pemprov Malut dan Pemkab Halsel Diminta Turun Tangan


					Jembatan Rusak Lumpuhkan Petani, Pemprov Malut dan Pemkab Halsel Diminta Turun Tangan Perbesar

Jembatan Anggai-Airmangga di Obi Rusak Parah, Petani dan Warga Menjerit

Halmahera Selatan, Maluku Utara [DESA MERDEKA] Kekesalan mendalam kini melingkupi warga di dua desa di Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), yakni Desa Anggai dan Desa Airmangga. Sumber kegelisahan utama mereka adalah kondisi salah satu jembatan penghubung yang telah lama rusak parah dan kini nyaris tidak berfungsi, terutama setelah diterjang banjir.
Jembatan ini sejatinya merupakan urat nadi ekonomi bagi sebagian besar penduduk kedua desa, khususnya bagi para petani yang menggantungkan hidup pada akses tersebut untuk mengangkut hasil bumi mereka.
Sayangnya, kondisi jembatan yang seadanya—hanya beralaskan empat batang pohon kelapa—menunjukkan betapa rentannya infrastruktur vital ini terhadap perubahan cuaca. Kerusakan akibat banjir telah membuat akses petani menjadi terhambat, bahkan terputus, secara signifikan mengganggu aktivitas pencarian nafkah.

Masyarakat merasakan adanya ketidakpedulian yang meluas, seakan-akan keresahan mereka tidak mendapat atensi yang memadai, baik dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan maupun Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Meskipun keluhan mengenai kondisi jembatan ini telah berulang kali disampaikan, hingga kini belum terlihat upaya perbaikan atau pembangunan infrastruktur permanen yang layak.

Fungsi Dasar Pemerintahan dan Tuntutan Keadilan Pembangunan
Kekecewaan warga sangat beralasan jika dikaitkan dengan fungsi esensial pemerintahan. Sebagaimana diketahui, negara dan pemerintah daerah berfungsi meliputi pelayanan, pengaturan, pembangunan, pemberdayaan, dan perlindungan. Tujuan utama dari fungsi-fungsi tersebut adalah memenuhi kebutuhan masyarakat, menjaga ketertiban, memajukan kesejahteraan, serta memberdayakan masyarakat agar mandiri dan terlindungi.

Dalam konteks Desa Anggai dan Airmangga, ketiadaan akses jembatan yang layak secara langsung menghambat tercapainya tujuan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Kalesang Anak Negeri (LSM-KANe), Risal Sangaji, angkat bicara mewakili suara masyarakat yang terabaikan. Kepada awak media, dia mengatakan, kondisi jembatan yang rusak tersebut adalah cerminan minimnya kepedulian dari pihak pemerintah terkait.

“Kami mendesak kepada pihak Pemerintah Provinsi Maluku Utara maupun Pemerintah Daerah Halmahera Selatan agar ada perhatian penuh. Jembatan penghubung antara Desa Anggai dan Desa Airmangga ini harus segera diperbaiki. Akses ini adalah kunci agar masyarakat, khususnya para petani, dapat terlepas dari belenggu kesulitan ekonomi,” tegas Risal Sangaji dengan nada mendesak.

Risal Sangaji menekankan bahwa pemerintah tidak boleh tinggal diam dan harus segera merespons kebutuhan mendasar ini. Jembatan tersebut bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan primer yang menentukan kelancaran roda perekonomian lokal. Jika jembatan tersebut tidak segera dibangun secara permanen, bukan hanya aktivitas pertanian yang terancam, tetapi juga mobilitas sosial dan distribusi logistik antar-desa akan terganggu, yang pada akhirnya dapat memperlambat laju pembangunan di wilayah Obi secara keseluruhan.

Perhatian serius dan alokasi anggaran yang cepat untuk pembangunan jembatan permanen di Desa Anggai dan Airmangga adalah tolok ukur nyata sejauh mana Pemprov Maluku Utara dan Pemkab Halsel benar-benar berkomitmen terhadap kesejahteraan warganya di daerah terpencil.(*)

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 39 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Strategi BUMDes dan Pemda Jaga Pangan Lokal dari Impor

24 Mei 2026 - 16:47 WIB

Indonesia di Persimpangan: Restorasi Kepercayaan Ekonomi Menembus Batas Desa

23 Mei 2026 - 14:58 WIB

Masyarakat Adat Tolak Skema Hutan Desa Sorong Selatan

22 Mei 2026 - 15:00 WIB

Mini Soccer Kalibukbuk: Hiburan Sehat Pemicu Ekonomi Desa

18 Mei 2026 - 14:05 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 29: Menguatkan Ekonomi Kreatif

17 Mei 2026 - 16:42 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 28: Musyawarah Desa Terbuka

14 Mei 2026 - 06:50 WIB

Trending di RAGAM