Rehabilitasi Jembatan Nasional Batu Kajang Paser Selesai Lebih Cepat dari Target
Paser, Kalimantan Timur [DESA MERDEKA] – Rehabilitasi Jembatan Nasional di Desa Batu Kajang, Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur (Kaltim), yang vital sebagai penghubung antara Provinsi Kaltim dan Kalimantan Selatan (Kalsel), telah rampung dan dibuka penuh untuk semua jenis kendaraan. Proyek perbaikan yang dilaksanakan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim ini selesai lebih cepat dari target yang ditentukan, memberikan kelancaran akses transportasi bagi masyarakat dan logistik.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK-1.2 ruas Kuaro-Batu Aji) BBPJN Kaltim, Muhammad Idris Djafar, menyatakan bahwa semua kendaraan sudah dapat melalui jembatan tersebut sejak 18 November 2025.
“Semua kendaraan sudah bisa melalui jembatan sejak 18 November 2025,” kata Muhammad Idris Djafar, Kamis (9/10/2025).
Jembatan yang sebelumnya dibatasi hanya untuk kendaraan dengan bobot di bawah 10 ton selama masa perbaikan kini telah kembali normal. Pembatasan tonase selama pengerjaan dilakukan untuk menjaga kualitas konstruksi jembatan dan menghindari risiko bahaya bagi pengguna jalan serta mencegah gangguan pada proses rehabilitasi.
Capaian Lebih Cepat dan Anggaran Miliaran
Proyek rehabilitasi ini didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 dengan total nilai Rp3.237.700.935.
Menurut jadwal awal, perbaikan jembatan ini ditargetkan berlangsung selama 156 hari kerja, dimulai sejak 29 Juni 2025 dan dijadwalkan selesai pada 31 Desember 2025. Namun, pengerjaan fisik inti jembatan berhasil diselesaikan dalam kurun waktu yang lebih singkat, yakni dimulai pada 8 Oktober 2025 dan selesai pada 17 November 2025.
Perbaikan yang dilakukan mencakup sejumlah pekerjaan struktural penting untuk memperkuat dan memperpanjang usia pakai jembatan. Pekerjaan rehabilitasi tersebut meliputi:
- Penggantian steel deck.
- Pembesian seberat 8.264 kilogram.
- Pemasangan strip seal sepanjang 56 meter.
- Pengecoran beton FC-30 Mpa sebanyak 83,64 meter kubik.
- Overlay AC-WC (Aspalt Concrete-Wearing Course) sebanyak 83 ton dengan luasan 700 meter persegi.
- Pengecatan ulang rangka jembatan.
Saat ini, pekerjaan utama pada badan jembatan telah rampung. Idris Djafar menambahkan bahwa saat ini hanya tersisa pengerjaan pada bagian oprit (bagian jalan di pangkal jembatan) yang akan segera dikerjakan. “Tinggal pengerjaan opritnya saja yang belum. Tapi tidak lama lagi akan mulai dikerjakan,” tutupnya.
Berhasilnya penyelesaian proyek jembatan ini lebih cepat dari jadwal menjadi kabar baik bagi mobilitas logistik dan masyarakat yang bergantung pada akses jalan nasional yang menghubungkan dua provinsi di Pulau Kalimantan tersebut.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.