Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

DESA · 8 Mar 2026 16:57 WIB ·

Jejak Tiga Legenda dalam Babad Alas Desa Sidoharjo


					Jejak Tiga Legenda dalam Babad Alas Desa Sidoharjo Perbesar

Kebumen, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Desa Sidoharjo di Kecamatan Sruweng bukan sekadar titik di peta Kabupaten Kebumen. Di balik ketenangan desanya, tersimpan kisah kepahlawanan tiga tokoh legendaris: Kyai Saragosa, Kyai Kedik, dan R.Rr. Ayu. Ketiganya adalah arsitek spiritual dan fisik yang melakukan babad alas (pembukaan hutan) untuk memancangkan fondasi wilayah yang kini kita kenal sebagai Dukuh Kebanaran, Semanding, dan Soka Kidul.

Warisan mereka bukan hanya berupa batas wilayah, melainkan tatanan nilai dan tradisi yang masih dijaga ketat oleh warga hingga detik ini.

Kebanaran: Api Perjuangan Kyai Saragosa
Nama Dukuh Kebanaran berpangkal dari sosok Kyai Saragosa, seorang bangsawan Mataram yang dijuluki Sultan Kebanaran. Metode pembukaan wilayahnya tergolong ekstrem pada zamannya: membakar hutan. Api yang menjalar mengikuti arah angin ke utara dan barat daya itulah yang kemudian disepakati sebagai batas wilayah Kebanaran.

Hingga kini, makam beliau yang berjarak 150 meter dari Balai Desa tetap menjadi pusat penghormatan. Setiap bulan Muharram, warga berkumpul untuk selamatan. Ritual ini ditegaskan warga bukan sebagai pemujaan, melainkan bentuk syukur atas jasa besar sang pembuka jalan.

Soka Kidul: Kemben R.Rr. Ayu dan Pantangan Besanan
Jika Kyai Saragosa menggunakan api, sang adik, R.Rr. Ayu, menggunakan cara yang lebih halus namun sarat makna. Ia menandai wilayah Soka Kidul dengan sehelai kemben. Meski wilayahnya tidak seluas milik kakaknya, dedikasi R.Rr. Ayu sangat membekas di hati masyarakat.

Ada satu kearifan lokal unik yang masih bertahan: orang Soka Kidul tidak dianjurkan menikah (berbesanan) dengan orang Jimbun. Pantangan ini lahir dari penghormatan mendalam terhadap silsilah keluarga pembuka wilayah agar garis sejarah tetap murni dan tidak saling berbenturan secara adat.

Semanding: Kesabaran Kyai Kedik Lawan Penjajah
Sementara itu, Dukuh Semanding lahir dari ketekunan Kyai Kedik. Sesuai namanya, “Kedik” mencerminkan sifat nrimo atau kesabaran yang luar biasa. Bersama Mbah Ireng dan Mbah Sokadana, Kyai Kedik tidak hanya membuka lahan, tetapi juga menjadi benteng pertahanan saat menghadapi agresi Belanda.

Saksi bisu perjuangan mereka masih berdiri tegak di pojok timur perkampungan berupa pohon Soka yang telah berusia ratusan tahun di dekat makam Mbah Sokadana. Pohon ini menjadi simbol keteguhan hati para pendahulu yang tak lekang oleh zaman.

Nilai Syukur dalam Pelestarian Sejarah
Menjaga makam dan menjalankan tradisi selamatan di Sidoharjo adalah cara warga mengimplementasikan nilai religius. Sesuai pesan luhur, menghargai jasa manusia adalah bagian tak terpisahkan dari bersyukur kepada Tuhan. Desa Sidoharjo berhasil membuktikan bahwa kemajuan zaman tidak harus menghapus jejak langkah para leluhur.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 44 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pemdes Rabasa Perkuat Kapasitas Kader Posyandu Lewat Dana Desa 2026, TPP Malaka Barat Apresiasi Komitmen Tingkatkan Layanan Kesehatan

29 Juni 2026 - 20:25 WIB

Prasasti Walandit Wonorejo, Warisan Sejarah yang Menggerakkan Pembangunan Desa

28 Juni 2026 - 19:43 WIB

Prasasti Walandit Wonorejo

Bupati Ingkar Janji, Warga Marubun Lokkung Simalungun Terisolasi

27 Juni 2026 - 22:42 WIB

Drs. Nasril Menang Pilwana Guguak Kuranji Hilir, Diwarnai Protes Warga yang Kehilangan Hak Pilih

27 Juni 2026 - 20:43 WIB

Dari Warga untuk Desa: Warnai Musdes RKP 2027 Tamanharjo

25 Juni 2026 - 20:01 WIB

Rumah Desa Sehat Banjararum: Target Pangkas Gizi Buruk 50 Persen

25 Juni 2026 - 02:50 WIB

Trending di DESA