Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Jadi Kekuatan Ekonomi Rakyat, Jawa Timur Tercepat 100 Persen
Surabaya, Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) semakin memperkuat posisinya sebagai wadah kemandirian ekonomi rakyat dan solidaritas sosial di tingkat akar rumput. Berdasarkan data terkini, sekitar 82.577 KDMP telah berbadan hukum dengan keanggotaan mencapai lebih dari 1,2 juta warga desa di seluruh Indonesia. Jawa Timur menorehkan prestasi gemilang sebagai provinsi pertama yang mencapai pembentukan KDMP 100 persen tercepat, dengan total 8.494 KDMP yang terbentuk dan menunjukkan kinerja usaha positif.
Sekretaris Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur, Suharlina Kusumawardani, menyebut capaian ini sebagai bukti nyata semangat gotong royong ekonomi rakyat. “Kekuatan ekonomi kita tumbuh dari bawah, dari desa, masyarakat melalui koperasi,” tegasnya dalam diskusi KDMP di Surabaya.
Fase Baru KDMP: Fokus Fisik dan Potensi Desa
Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Kementerian Koperasi, Henny Navilah, menjelaskan bahwa pengembangan KDMP kini telah memasuki fase kedua sesuai Inpres 17 Tahun 2025. Etape lanjutan ini memfokuskan pada pembangunan fisik gerai pergudangan koperasi KDMP beserta kelengkapannya.
Menurut Henny, keberadaan KDMP adalah kesempatan emas bagi anggota dan masyarakat untuk mengidentifikasi kebutuhan serta potensi desa yang selama ini jarang disadari. “Tahap lanjut KDMP ini diharapkan dapat semakin memperkuat fungsi koperasi bagi masyarakat desa,” ujarnya.
Ragam Potensi dan Digitalisasi Koperasi
Keberagaman lanskap dan budaya di Indonesia turut memengaruhi ragam potensi usaha yang dijalankan KDMP. Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Nanang Abu Hamid, menyebut potensi tersebut datang dari keunikan dan program yang sudah berjalan.
Di Jawa Timur, praktik baik KDMP sangat beragam:
- Suplai Gizi: KDMP di Gresik, Pamekasan, dan Pacitan menyuplai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
- Wisata dan Pendidikan: KDMP di Jember berbasis wisata, dan ada yang mengembangkan Kampung Inggris.
- Lingkungan: KDMP di Kota Madiun bahkan melaksanakan fungsi laundry sampah, mendukung kebijakan daerah zero waste.
Namun, Nanang menekankan bahwa praktik baik ini tidak dapat berjalan sendiri. Penguatan sumber daya manusia dan literasi digital harus berjalan beriringan.
Peran Penting Komunitas Informasi Masyarakat (KIM)
Untuk mendukung digitalisasi ini, Ketua Tim Kerja Kemitraan Komunikasi Publik Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur, Eko Setiawan, menjelaskan peran penting Komunitas Informasi Masyarakat (KIM). Di Jawa Timur, terdapat 707 dari 1.119 KIM yang terdaftar sebagai anggota KDMP.
“Peran KIM sangat vital sebagai penggerak literasi digital, fasilitator pemasaran digital, dan penguat ekosistem komunikasi koperasi desa,” jelas Eko. Sinergi antara koperasi dan komunitas digital ini menjadi kunci agar produk dan potensi desa mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Dengan capaian yang menonjol dan kinerja usaha yang positif, KDMP di Jawa Timur menjadi model keberhasilan ekonomi yang tumbuh dari inisiatif desa. Hal ini membuktikan bahwa koperasi di tingkat desa mampu menjadi motor penggerak ekonomi yang mandiri dan berdaya saing.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.