Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR PUSAT · 13 Feb 2026 14:04 WIB ·

Jawa Timur Jadi Benteng Nasional Lawan Senyap Bandar Narkoba


					Jawa Timur Jadi Benteng Nasional Lawan Senyap Bandar Narkoba Perbesar

Surabaya, Jawa Timur [DESA MERDEKA] – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, mendorong Provinsi Jawa Timur untuk menjadi role model nasional dalam memerangi peredaran gelap narkotika melalui program Desa Bersih Narkoba (Desa Bersinar). Langkah ini disebut sebagai upaya krusial untuk melindungi “darah daging” bangsa yang kini tengah disasar oleh gerakan senyap para bandar.

Dalam Deklarasi Jawa Timur Bersinar di Balai Budaya Jawa Timur, Jumat (13/2/2026), Yandri menegaskan bahwa ancaman narkoba kini sudah masuk hingga ke pekarangan rumah di pedesaan. Ia menekankan bahwa pemberantasan narkoba tidak bisa dilakukan dengan gaya Superman atau kepahlawanan tunggal, melainkan harus melalui Super Team yang melibatkan kolaborasi lintas sektor.

“Narkoba adalah musuh yang licik dan cerdik. Operasinya senyap. Kita tidak boleh kalah. Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, kita harus menjadi Super Team untuk memutus rantai peredaran ini hingga ke tingkat desa,” tegas Yandri.

Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati
Yandri menggarisbawahi bahwa narkoba bukan sekadar masalah kesehatan, melainkan perusak sendi ideologi, ekonomi, hingga pertahanan negara. Oleh karena itu, gerakan preventif di tingkat RT/RW dan desa menjadi kunci utama sebelum kerusakan permanen terjadi pada generasi muda.

Mendes PDT mengajak seluruh jajaran Bupati, Wali Kota, hingga kepala desa dan tokoh agama untuk “pasang mata” secara kolektif. Deklarasi ini diharapkan tidak berhenti sebagai seremonial belaka, tetapi menjadi aksi nyata dalam mengawasi lingkungan terkecil dari pengaruh zat terlarang.

Apresiasi dan Penghargaan P4GN
Pemerintah Provinsi Jawa Timur di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa mendapat apresiasi khusus karena dinilai konsisten menggerakkan desa-desa untuk melek bahaya narkoba demi menjemput visi Indonesia Emas 2045.

Sebagai bentuk pengakuan atas komitmennya, Mendes Yandri Susanto menerima penghargaan dari Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, atas jasa dan dedikasinya dalam mewujudkan Indonesia Bersih Narkoba di bidang Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Kehadiran para pejabat teras dari Kemendes PDT dan BNN RI dalam acara ini mempertegas bahwa kedaulatan desa kini juga diukur dari seberapa bersih wilayah tersebut dari pengaruh barang haram.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Membalik Arus: Strategi Prabowo Jadikan Desa Benteng Ekonomi Ekonomi Nasional

14 Agustus 2026 - 21:32 WIB

Di Balik Seremoni Jembatan Merah Putih Polri: Realitas atau Pencitraan?

14 Agustus 2026 - 17:05 WIB

Warung Pangan ID Food Diperluas, Pasar Tradisional Didorong Putus Rantai Pasok

11 Agustus 2026 - 05:32 WIB

Saat Artificial Intelligence Menembus Batas Desa Mencari Korban TPPO

31 Juli 2026 - 09:35 WIB

Menakar Masa Depan Ekonomi Desa di Balik Sensus 2026

11 Juni 2026 - 14:46 WIB

Dana Desa Tahap I di Atambua Tembus 94 Persen

10 Juni 2026 - 15:33 WIB

Trending di KABAR PUSAT