Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR DESA · 3 Agu 2025 04:42 WIB ·

Jawa Tengah Jadi Rujukan Budidaya Cabai Modern di Indonesia


					Jawa Tengah Jadi Rujukan Budidaya Cabai Modern di Indonesia Perbesar

Semarang, Jawa tengah [DESA MERDEKA] – Forum Cabai Champion Jawa Tengah yang berlokasi di Dusun Baran Gunung, Ambarawa, menjadi tujuan studi banding penting dari rombongan Provinsi Bengkulu. Kunjungan ini merupakan bukti nyata keberhasilan forum tersebut dalam mengembangkan model pertanian modern dan berkelanjutan, menjadikannya rujukan nasional. Rombongan yang hadir mencakup Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Bupati Muko Muko, perwakilan Bank Indonesia Bengkulu, delegasi dari tujuh kabupaten, serta puluhan petani milenial.

Kunjungan ini merupakan rekomendasi dari Bank Indonesia Perwakilan Jawa Tengah, yang mengakui keunggulan Forum Cabai Champion dalam inovasi pertanian. Salah satu topik utama yang menarik perhatian adalah inovasi budidaya bawang merah dari benih biji (True Shallot Seed/TSS) menggunakan tray. Metode ini dinilai sangat efisien, memungkinkan penanaman 200 benih dalam satu tray hanya dengan sekali tabur. Teknologi ini menjadi solusi cerdas untuk mengatasi tantangan ketersediaan bibit dan menekan biaya produksi secara signifikan.

Selain budidaya bawang merah, rombongan juga meninjau berbagai sarana produksi lainnya, termasuk greenhouse dan fasilitas pengolahan pascapanen. Forum ini tidak hanya berfokus pada budidaya, tetapi juga mengembangkan modul hilirisasi, seperti pengolahan cabai menjadi produk kering dan bubuk. Ini merupakan strategi konkret untuk mengantisipasi anjloknya harga saat panen raya, memberikan nilai tambah, dan menjaga stabilitas ekonomi petani.

Sunan, Ketua Forum Cabai Champion Jawa Tengah, menjelaskan bahwa forum ini dibentuk untuk menghadapi fluktuasi harga dan memperkuat posisi tawar petani di pasar. Dengan anggota yang tersebar di 15 kabupaten dan telah mendapatkan alokasi anggaran dari pemerintah untuk 300 hektar lahan, forum ini berupaya menyatukan petani agar tidak dimonopoli oleh tengkulak.

Sunan menambahkan, Jawa Tengah memiliki keunggulan geografis dengan lahan yang beragam, dari dataran rendah hingga tinggi, sehingga mampu menghasilkan pasokan cabai secara berkesinambungan. Forum ini berfokus pada dua varietas utama, yaitu cabai rawit merah dan cabai merah keriting, yang dinilai paling berpengaruh terhadap inflasi.

Kunjungan dari Bengkulu ini menegaskan peran Forum Cabai Champion Jateng sebagai pionir dalam pembangunan pertanian modern. Sinergi kuat antara petani, pemerintah daerah, dan dukungan lembaga keuangan seperti Bank Indonesia menjadi kunci keberhasilan yang patut dicontoh. Hal ini membuktikan bahwa pertanian modern tidak harus mahal, melainkan membutuhkan inovasi, kolaborasi, dan semangat juang yang tinggi untuk menciptakan kemandirian petani dan ketahanan pangan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 150 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sumpah Panitia Perangkat Desa Kemlagigede dan Realitas Peri-Urban

29 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Menjaga NKRI dari Mushola Desa di Kaki Perbukitan Ponorogo

19 Oktober 2026 - 09:10 WIB

​Sambut Sumpah Pemuda, IPP Bhirawa Yudha Bersama Pemdes Bancar Gelar Jalan Santai

19 Oktober 2026 - 09:06 WIB

El Niño Godzilla Kepung Banyumas, 76 Ribu Jiwa Krisis Air

9 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Redam Sengketa, Pemkab Tanbu Pasang Pilar Batas Kusan Hulu Kuranji

8 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Sinergi Tiga Pilar Pebayuran Pasca-Pilkades di HUT TNI

5 Oktober 2026 - 16:29 WIB

Trending di KABAR DESA