Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 22 Nov 2025 20:07 WIB ·

IORA Sepakati Biosekuriti Akuakultur Air Tawar, Sumbar Siap Jadi Percontohan


					IORA Sepakati Biosekuriti Akuakultur Air Tawar, Sumbar Siap Jadi Percontohan Perbesar

Ancaman Global Penyakit Ikan, Negara IORA Kuatkan Biosekuriti di Padang

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Negara-negara anggota Indian Ocean Rim Association (IORA) berhasil mencapai kesepakatan penting berupa rekomendasi regional untuk memperkuat biosekuriti akuakultur air tawar. Kesepakatan strategis ini dicapai dalam Workshop IORA yang diselenggarakan di Padang, Sumatera Barat (Sumbar), pada 18–21 November 2025. Forum ini merupakan respons terhadap meningkatnya ancaman penyakit ikan yang kini menjadi perhatian global, yang berpotensi mengganggu ketahanan pangan di kawasan Samudra Hindia.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO), World Organisation for Animal Health (WOAH), kementerian teknis dari negara-negara anggota IORA, akademisi, serta pelaku usaha perikanan.

Sumbar Siap Jadi Pilot Farm Biosekuriti
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa penguatan biosekuriti akuakultur membutuhkan kolaborasi lintas negara yang solid. Menurutnya, penyakit ikan merupakan ancaman serius yang tidak bisa ditangani oleh satu negara saja.

“Penguatan biosekuriti tidak bisa dilakukan sendiri. Sumbar mendukung penuh kolaborasi IORA agar sektor perikanan lebih sehat, produktif, dan berkontribusi bagi ketahanan pangan regional,” ujar Mahyeldi di Padang, Sabtu (22/11/2025).

Lebih lanjut, Gubernur Mahyeldi memastikan kesiapan provinsi yang dipimpinnya itu untuk menjadi daerah percontohan (pilot farm) praktik biosekuriti akuakultur air tawar. Potensi budidaya air tawar yang besar di Sumbar dianggap ideal untuk mengaplikasikan dan mensosialisasikan praktik terbaik yang disepakati IORA.

Rekomendasi Praktis Biosekuriti Berbiaya Rendah
Mewakili Gubernur, Kepala Badan Kesbangpol Sumbar, Mursalim, menjelaskan bahwa sejumlah rekomendasi strategis telah disepakati dalam forum tersebut. Salah satu poin penting adalah penunjukan focal point nasional dari setiap negara anggota untuk memperkuat koordinasi dengan IORA secara berkelanjutan.

“Selain itu, disepakati pula langkah-langkah praktis dengan biaya rendah yang dapat diterapkan langsung oleh para petani ikan,” jelas Mursalim. Langkah-langkah tersebut meliputi penggunaan benih bersertifikat, perbaikan pengelolaan air, desinfeksi rutin fasilitas budidaya, serta pencatatan harian operasional budidaya.

Mursalim menekankan bahwa langkah-langkah sederhana ini, jika diterapkan secara disiplin, memiliki dampak besar dan signifikan bagi peningkatan produktivitas dan kesehatan ikan.

Hasil lokakarya tersebut juga selaras dengan agenda global yang didukung FAO, yaitu penguatan kemampuan laboratorium diagnostik, pengendalian Antimicrobial Resistance (AMR) atau resistensi antimikroba, dan rencana pembentukan pilot farm percontohan di Indonesia. Melalui kesepakatan ini, negara-negara IORA berharap dapat menciptakan lingkungan budidaya air tawar yang lebih aman dari penyakit, sehingga menjamin keberlanjutan sektor perikanan dan ketersediaan pangan di kawasan Samudra Hindia.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menjual Asa di Atas Kertas Birokrasi Desa

30 Juli 2026 - 15:42 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako

28 Juli 2026 - 09:06 WIB

Peran Bundo Kanduang Kawal Ketertiban Umum Berbasis Adat

28 Juli 2026 - 08:24 WIB

LPM dan Ikhtiar Menumbuhkan Partisipasi dari Akar Rumput

18 Juli 2026 - 22:42 WIB

Jelang Musim Tanam, Warga Kedungwaringin Gelar Hajat Bumi

16 Juli 2026 - 15:18 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 36: Kolaborasi Seni dan Teknologi

8 Juli 2026 - 13:54 WIB

Trending di RAGAM