Purwoharjo, Banyuwangi [DESA MERDEKA] – Semangat kebaikan dan gotong royong menyelimuti Desa Glagahagung, Kecamatan Purwoharjo, menjelang perayaan Iduladha 1446 H. Tahun ini, desa tersebut berhasil mencetak rekor jumlah hewan kurban yang fantastis. Sebanyak 142 ekor sapi dan 96 ekor kambing terkumpul dari sumbangan warga, menunjukkan antusiasme luar biasa dalam berbagi.
Kepala Desa Glagahagung, Mimin Budiati, mengungkapkan rasa syukurnya atas partisipasi aktif masyarakat. “Ini adalah wujud syukur dan semangat kebersamaan warga Glagahagung. Total 23 ton daging, terdiri dari 21 ton daging sapi dan 2 ton daging kambing, berhasil dikumpulkan,” ujar Mimin. Daging kurban ini akan didistribusikan kepada 2.800 kepala keluarga (KK) di tiga dusun Desa Glagahagung, yaitu Jatiluhur, Jatirejo, dan Jatimulyo. Setiap KK diperkirakan akan menerima 2 hingga 4 kilogram daging. Jika terdapat kelebihan, daging akan dibagikan kepada warga di desa tetangga yang membutuhkan.
Proses penyembelihan dan pendistribusian daging kurban melibatkan seluruh warga desa dan dipusatkan di 15 masjid yang tersebar di Glagahagung. Enam masjid berada di Dusun Jatimulyo, dua masjid di Dusun Jatirejo, dan tujuh masjid di Dusun Jatiluhur. Masjid An Nur di Dusun Jatiluhur menjadi lokasi penyembelihan terbanyak dengan 38 ekor sapi, disusul Masjid Al Amin di Dusun Jatirejo dengan 18 ekor sapi dan 2 ekor kambing.
Menariknya, budaya berkurban dalam jumlah besar ini telah menjadi tradisi tahunan di Glagahagung sejak sepuluh tahun terakhir. Mimin Budiati menjelaskan bahwa ada semacam “persaingan sehat” antarmasyarakat dalam hal kebaikan. “Warga berlomba-lomba untuk berkurban. Jika tidak ikut, mereka merasa malu,” kata Mimin. Tradisi ini tidak hanya mencerminkan tingkat religiusitas, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan kerukunan antarumat beragama di desa tersebut. “Kami juga membagikan daging kurban kepada warga non-muslim sebagai bentuk toleransi dan kerukunan,” tambahnya.
Muryanto, Ketua Panitia Hewan Kurban Masjid An Nur, Dusun Jatiluhur, menjelaskan rahasia di balik tingginya partisipasi. “Jemaah di masjid kami rutin menabung Rp 2,4 juta per tahun. Uang tabungan ini kemudian dikumpulkan dan dibelikan sapi kurban,” jelas Muryanto. Lebih dari 200 orang jemaah turut serta dalam proses penyembelihan dan penanganan daging kurban di Masjid An Nur, memastikan semuanya berjalan lancar dan efisien. Tradisi menabung ini mempermudah warga untuk berkurban setiap tahunnya, dan dampaknya terlihat jelas dari jumlah hewan kurban yang terus meningkat.
Redaksi Desa Merdeka

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.