Gorontalo [DESA MERDEKA] – Kabupaten Gorontalo sedang bersiap menjadi tuan rumah bagi ribuan pasang mata dalam ajang Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026. Alih-alih mengandalkan hotel berbintang, Tim Penggerak PKK Kabupaten Gorontalo mengambil langkah “berdikari” dengan menyulap ribuan rumah warga di lima kecamatan menjadi homestay berstandar nasional.
Di bawah komando Hj. Maryam Sofyan Puhi, PKK kini bergerak menjadi kurator akomodasi. Mereka melakukan standardisasi ketat terhadap hunian warga guna memastikan kelayakan fasilitas, kebersihan, hingga keamanan. Strategi ini dianggap lebih efektif untuk menampung ribuan peserta sekaligus menghidupkan ekonomi rakyat secara langsung.
“Kunci sukses akomodasi PENAS 2026 ada pada kesiapan tingkat desa. Kita memastikan homestay ini nyaman secara fisik dan kental dengan keramahan lokal,” tegas Maryam dalam rapat koordinasi di Aula Rumah Dinas Bupati, Jumat (13/2/2026).
Mencetak “Resepsionis” dari Dapur Sendiri
Sudut pandang menarik dari persiapan ini adalah edukasi hospitality massal yang dilakukan PKK. Para pemilik rumah tidak hanya diminta menyediakan kasur yang bersih, tetapi juga dibekali kemampuan pelayanan setara industri perhotelan namun tetap berbasis kearifan lokal.
Instruksi verifikasi langsung telah turun ke tingkat kecamatan hingga desa. Para kader PKK diinstruksikan menjadi motor penggerak agar warga siap menjadi tuan rumah yang representatif bagi tamu-tamu dari seluruh penjuru Indonesia.
Ekonomi Rakyat Berputar dari PENAS 2026
Pemanfaatan rumah warga sebagai akomodasi resmi bukan sekadar solusi teknis atas keterbatasan kamar hotel, melainkan upaya redistribusi pendapatan. Melalui skema ini, uang dari ribuan peserta PENAS akan langsung mengalir ke kantong-kantong penduduk di pedesaan, bukan ke jaringan hotel besar.
Dengan kolaborasi intensif antara pengurus kabupaten hingga desa, Pemerintah Kabupaten Gorontalo optimistis mampu menyajikan pengalaman menginap yang unik dan berkualitas. Ajang PENAS XVII 2026 pun diproyeksikan menjadi bukti nyata sinergi birokrasi dan partisipasi publik dalam menyukseskan agenda nasional.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.