Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

LINGKUNGAN · 23 Sep 2024 19:07 WIB ·

Ibu-ibu Sidodadi Sukses Kembalikan Fungsi Ekosistem Laut Melalui Restorasi Padang Lamun


					Ibu-ibu Sidodadi Sukses Kembalikan Fungsi Ekosistem Laut Melalui Restorasi Padang Lamun Perbesar

Pesawaran [DESA MERDEKA] – Senin, 23 September 2024, menjadi hari bersejarah bagi masyarakat Desa Sidodadi. Para ibu-ibu tangguh desa pesisir ini aktif terlibat dalam kegiatan restorasi padang lamun yang diinisiasi oleh PT Bukit Asam Pelabuhan Tarahan. Kegiatan ini tidak hanya sekadar menanam bibit, namun juga menjadi momen penting untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian ekosistem laut, khususnya padang lamun yang seringkali dianggap sebelah mata.

Selama ini, banyak masyarakat yang belum menyadari betapa pentingnya peran padang lamun bagi kehidupan laut dan masyarakat pesisir. Padang lamun seringkali dianggap sebagai tanaman laut yang mengganggu pemandangan dan menghambat aktivitas nelayan. Padahal, padang lamun memiliki peran krusial sebagai habitat bagi berbagai biota laut seperti ikan-ikan kecil, kerang, dan lainnya.

Pengetahuan Baru, Harapan Baru

Melalui kegiatan restorasi ini, para ibu-ibu Desa Sidodadi mendapatkan pengetahuan baru tentang manfaat padang lamun bagi lingkungan dan perekonomian masyarakat. Mereka belajar bahwa padang lamun berperan sebagai penyerap karbon, pelindung pantai dari abrasi, serta tempat berkembang biak berbagai jenis biota laut. Dengan semakin banyaknya biota laut yang hidup di sekitar padang lamun, diharapkan hasil tangkapan nelayan juga akan meningkat.

Target Ambisius, Manfaat Berkelanjutan

PT Bukit Asam Pelabuhan Tarahan menargetkan penanaman sebanyak 10.000 bibit padang lamun di area seluas 1 hektar di kawasan konservasi Cuku Nyinyi, Desa Sidodadi. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk berkontribusi dalam pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat sekitar.

Sebelum kegiatan restorasi dimulai, Kelompok Tani Nelayan (KTH) Bina Jaya Lestari yang diketuai oleh Andi Sofiyan telah mendapatkan pelatihan teknis dari para ahli di Institut Teknologi Sumatera (ITERA). Pelatihan ini bertujuan untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam kegiatan restorasi padang lamun.

Ekosistem Laut yang Sehat, Masyarakat yang Sejahtera

Dengan terrestorasinya padang lamun, diharapkan ekosistem pesisir Desa Sidodadi akan semakin sehat dan produktif. Padang lamun yang telah pulih akan menjadi tempat hidup yang nyaman bagi berbagai jenis ikan dan biota laut lainnya, sehingga dapat meningkatkan keanekaragaman hayati dan produktivitas perikanan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 368 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menagih Janji Dam di Rumah Warga Sungai Duo

6 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Nestapa Karangsegar: Siklus Abadi Banjir dan Krisis Air

30 Juli 2026 - 15:16 WIB

Dari Sampah Menjadi Berkah di Akar Rumput Singosari

24 Juli 2026 - 07:32 WIB

Camat Singosari menerima penghargaan Kecamatan Inovatif pada Innovative Government Award (IGA) Kabupaten Malang 2026 melalui inovasi Sanggar Lingkungan Singosari.

Puting Beliung Terjang Talun Rejo, Warga Menanti Bantuan Pemerintah

5 Juli 2026 - 20:33 WIB

Bumi Butuh Healing: Warga Batu Busuak Belajar Rawat Tanah

25 Juni 2026 - 05:31 WIB

Darurat Sampah: Desa di Pati Wajib Miliki Perdes Kebersihan

18 Juni 2026 - 06:08 WIB

Trending di LINGKUNGAN