Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

BUMDes · 8 Mar 2026 18:08 WIB ·

Hidroponik Leyangan: Cara Desa dan Mahasiswa Cetak Cuan


					Hidroponik Leyangan: Cara Desa dan Mahasiswa Cetak Cuan Perbesar

Ungaran, Semarang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Desa Leyangan kini bukan sekadar titik di peta Kabupaten Semarang. Melalui kolaborasi segar antara mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) dan BUMDes Leyangan, desa ini sukses menyulap lahan terbatas menjadi lumbung pangan modern. Puncaknya, pada Selasa (3/3/2026), greenhouse di Dukuh Jetis menjadi saksi bisu panen raya sayuran kualitas premium yang kini jadi incaran ibu rumah tangga.

Program ketahanan pangan ini membuktikan bahwa pertanian tak lagi soal tanah dan lumpur. Dengan sistem hidroponik, jenis sayuran seperti bayam merah, sawi, dan pakcoy tumbuh subur di instalasi yang higienis. Inovasi ini bukan sekadar gaya-gayaan; ini adalah solusi konkret menjawab tantangan pangan dari tingkat akar rumput.

Simbiosis Mutualisme: Teori Kampus Ketemu Realita Desa
Selama 49 hari masa pengabdian (13 Januari – 3 Maret 2026), para mahasiswa tidak hanya datang sebagai tamu. Mereka terjun ke dapur produksi BUMDes untuk mempelajari teknik nutrisi hingga manajemen pasca-panen.

“Selama ini kami hanya tahu teori. Di Leyangan, kami melihat langsung bagaimana proses pembenihan hingga panen dilakukan secara terstruktur. Ini pengalaman mahal bagi kami,” ujar Rizka Sada Ulina, anggota Kelompok 9 KKN UPGRIS.

Di sisi lain, pihak desa merasa terbantu dengan kehadiran energi muda yang membawa gagasan strategi pemasaran baru. Kisyanto, Kepala Unit Pertanian BUMDes Leyangan, menyebut kolaborasi ini menciptakan pertukaran ilmu yang sehat antara dunia pendidikan dan praktik lapangan.

Strategi Pemasaran Digital: Incar Pasar Ibu Rumah Tangga
Hasil panen dari greenhouse Leyangan tidak dibiarkan menumpuk. BUMDes telah membentuk tim distribusi khusus yang menyasar dua jalur utama:

  • Warung Desa: Penjualan langsung untuk warga sekitar guna pemenuhan gizi keluarga.
  • Pemesanan Daring (Online): Memanfaatkan media sosial dan aplikasi pesan untuk menjangkau ibu rumah tangga sebagai konsumen utama yang mencari sayuran sehat tanpa pestisida.

Efeknya luar biasa. Leyangan kini mulai dilirik oleh berbagai perguruan tinggi lain sebagai lokasi studi banding pertanian modern.

Ketahanan Pangan dan Edukasi Berkelanjutan
Bagi Desa Leyangan, greenhouse di Dukuh Jetis adalah investasi masa depan. Metode hidroponik dipilih karena efisiensi lahan dan kontrol kualitas yang lebih baik. Harapannya, unit ini tidak hanya menjadi pabrik sayur, tetapi juga pusat pembelajaran bagi pelajar dan masyarakat umum.

Keterlibatan aktif kelompok PKK dan Dasa Wisma (Dawis) dalam program ini memastikan bahwa semangat swasembada pangan meresap hingga ke tiap rumah. Kehadiran mahasiswa KKN UPGRIS menjadi pemantik yang mempercepat transformasi desa menuju “Desa Cerdas” berbasis pertanian inovatif.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Siasat Gagal BUMDes Lubuk Cuik Berujung Gadaikan Aset

18 Mei 2026 - 18:07 WIB

Siasat Kemendes Kepung Rentenir Lewat Koperasi Desa di NTT

17 Mei 2026 - 11:07 WIB

Embung Kampung Jadi Mesin Uang Desa Tanjung Meranti

16 Mei 2026 - 14:40 WIB

BUMDes Jiko Banau Cetak Uang Lewat Udang Vaname

16 Mei 2026 - 06:32 WIB

Desa Lifuleo Jadi Kiblat Baru Ekonomi Mandiri NTT

15 Mei 2026 - 21:59 WIB

Belajar dari Ponggok: Mengapa Desa Tak Perlu Saling Contek Bisnis?

3 Mei 2026 - 10:24 WIB

Trending di BUMDes