Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

PEMDA · 3 Jan 2026 17:14 WIB ·

HAB Ke-80 Kemenag: Momentum Perkuat Kerukunan untuk Pemulihan Sumbar


					HAB Ke-80 Kemenag: Momentum Perkuat Kerukunan untuk Pemulihan Sumbar Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama (Kemenag) merupakan momentum krusial untuk memperkuat peran agama dalam menjaga persatuan bangsa. Mahyeldi menekankan bahwa agenda ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan refleksi untuk mendorong kemajuan daerah, terutama dalam masa pemulihan pascabencana.

Hal tersebut disampaikannya saat bertindak sebagai Inspektur Upacara Peringatan HAB ke-80 Kemenag tingkat provinsi di Halaman Kantor Wilayah Kemenag Sumbar, Sabtu (3/1/2026). Upacara ini dihadiri oleh jajaran internal Kemenag, unsur Forkopimda, perwakilan TNI/Polri, serta berbagai tokoh organisasi kemasyarakatan.

Sinergi untuk Pemulihan Daerah
Tahun ini, HAB ke-80 mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi Indonesia Damai dan Maju”. Mahyeldi menilai tema tersebut sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi Sumatera Barat saat ini. Menurutnya, kerukunan umat dan sinergi lintas sektor adalah kunci utama agar proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Dalam suasana yang khidmat, ia juga mengajak seluruh peserta upacara untuk mendoakan para korban bencana agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan, serta memberikan penguatan moril bagi keluarga yang ditinggalkan agar tetap tabah.

Apresiasi Transformasi Digital dan Moderasi Beragama
Mahyeldi mengapresiasi perjalanan panjang Kemenag yang selama delapan dekade konsisten menjaga nilai-nilai agama dalam bingkai kebangsaan. Ia menyoroti sejumlah capaian positif, mulai dari penguatan moderasi beragama, peningkatan mutu madrasah, hingga pemberdayaan ekonomi umat melalui pesantren.

Di era modern, ia mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag untuk melek teknologi. Penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dalam layanan publik harus dimaksimalkan tanpa mengesampingkan nilai spiritual.

“Teknologi harus menjadi sarana untuk memperluas kemaslahatan umat, bukan justru menjauhkan kita dari nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan,” tegasnya.

Melalui transformasi digital dan penguatan dana sosial keagamaan, Kemenag diharapkan terus hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan bangsa, menciptakan masyarakat yang harmonis, serta mendukung visi Indonesia yang lebih maju.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Gubernur Mahyeldi Hadiri Pemasangan Pipanisasi Air Bersih untuk Warga Terdampak Banjir Bandang di Tanah Datar

18 Januari 2026 - 09:18 WIB

Bojonegoro Kucurkan Triliunan ke Desa, Kualitas Proyek Jadi Sorotan

17 Januari 2026 - 23:50 WIB

Sinergi Rp2 Miliar dan Goro Masyarakat Pulihkan Irigasi Solok

17 Januari 2026 - 17:03 WIB

Masjid Jadi Pusat Ekonomi, Minang Halal Fest 2026 Dimulai

16 Januari 2026 - 14:23 WIB

Bukan Sekadar Seremonial, Sekda Sumbar Kawal Langsung Normalisasi Sungai

16 Januari 2026 - 12:29 WIB

Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional

16 Januari 2026 - 03:45 WIB

Trending di PEMDA