Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

PEMDA · 3 Jan 2026 17:14 WIB ·

HAB Ke-80 Kemenag: Momentum Perkuat Kerukunan untuk Pemulihan Sumbar


					HAB Ke-80 Kemenag: Momentum Perkuat Kerukunan untuk Pemulihan Sumbar Perbesar

Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama (Kemenag) merupakan momentum krusial untuk memperkuat peran agama dalam menjaga persatuan bangsa. Mahyeldi menekankan bahwa agenda ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan refleksi untuk mendorong kemajuan daerah, terutama dalam masa pemulihan pascabencana.

Hal tersebut disampaikannya saat bertindak sebagai Inspektur Upacara Peringatan HAB ke-80 Kemenag tingkat provinsi di Halaman Kantor Wilayah Kemenag Sumbar, Sabtu (3/1/2026). Upacara ini dihadiri oleh jajaran internal Kemenag, unsur Forkopimda, perwakilan TNI/Polri, serta berbagai tokoh organisasi kemasyarakatan.

Sinergi untuk Pemulihan Daerah
Tahun ini, HAB ke-80 mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi Indonesia Damai dan Maju”. Mahyeldi menilai tema tersebut sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi Sumatera Barat saat ini. Menurutnya, kerukunan umat dan sinergi lintas sektor adalah kunci utama agar proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Dalam suasana yang khidmat, ia juga mengajak seluruh peserta upacara untuk mendoakan para korban bencana agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan, serta memberikan penguatan moril bagi keluarga yang ditinggalkan agar tetap tabah.

Apresiasi Transformasi Digital dan Moderasi Beragama
Mahyeldi mengapresiasi perjalanan panjang Kemenag yang selama delapan dekade konsisten menjaga nilai-nilai agama dalam bingkai kebangsaan. Ia menyoroti sejumlah capaian positif, mulai dari penguatan moderasi beragama, peningkatan mutu madrasah, hingga pemberdayaan ekonomi umat melalui pesantren.

Di era modern, ia mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag untuk melek teknologi. Penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dalam layanan publik harus dimaksimalkan tanpa mengesampingkan nilai spiritual.

“Teknologi harus menjadi sarana untuk memperluas kemaslahatan umat, bukan justru menjauhkan kita dari nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan,” tegasnya.

Melalui transformasi digital dan penguatan dana sosial keagamaan, Kemenag diharapkan terus hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan bangsa, menciptakan masyarakat yang harmonis, serta mendukung visi Indonesia yang lebih maju.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pertanggungjawaban APBD Sumbar 2025: Pendapatan Tembus 99%

21 Juli 2026 - 09:13 WIB

Malaka Dapat 1.464 Rumah Bantuan Wilayah Perbatasan

15 Juli 2026 - 16:08 WIB

Ketua DPRD Sumbar: Orang Baik Jangan Jadi Penonton

12 Juli 2026 - 22:32 WIB

Jalan Kritis Kelok 44 Agam Ancam Ekonomi dan Wisata

11 Juli 2026 - 21:45 WIB

Sumbar Kunci 166 Ribu Hektare Sawah dari Pengembang

9 Juli 2026 - 14:50 WIB

Asap Dapur Mengebul, Buruh Tembakau Jombang Terima BLT

2 Juli 2026 - 14:58 WIB

Trending di PEMDA