Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

PEMERINTAHAN · 6 Agu 2023 14:53 WIB ·

Gus Halim: Jangan Belanja di Luar, Biarkan Uang Berputar di Desa


					Gus Halim: Jangan Belanja di Luar, Biarkan Uang Berputar di Desa Perbesar

Bireuen, Aceh [DESA MERDEKA] Sebuah gerakan ekonomi berbasis kemandirian lokal tengah digaungkan dari pesisir Aceh. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar, menginstruksikan warga Desa Lingka Kuta, Kabupaten Bireuen, untuk menerapkan strategi ekonomi tertutup dalam hal konsumsi: belanja hanya di dalam desa sendiri.

Instruksi ini bertujuan memastikan perputaran uang tetap berada di level akar rumput, terutama setelah diresmikannya Wisata Pantai Cemara pada Sabtu (5/8). Gus Halim—sapaan akrabnya—menegaskan bahwa kesejahteraan warga diukur dari seberapa banyak uang yang mengalir dan bertahan di daerah tersebut, bukan yang lari ke luar wilayah apalagi untuk produk impor.

“Harapannya duit itu berputar di sini, jangan sampai keluar. Semua kebutuhan desa wisata, belanjalah di desa itu. Hukum ekonominya jelas: semakin banyak uang berputar di suatu daerah, semakin meningkat kesejahteraan warganya,” tegas Gus Halim saat meresmikan destinasi tersebut.

Budaya Sebagai “Benteng” Ekonomi
Sudut pandang menarik yang ditekankan Gus Halim adalah pentingnya membangun ekonomi berdasarkan akar budaya lokal, sebagaimana mandat SDGs Desa ke-18. Ia berpendapat bahwa pembangunan desa wisata tidak boleh hanya mengejar tren sesaat, tetapi harus berlandaskan kearifan lokal agar mampu bertahan lama.

Menurut mantan Ketua DPRD Jawa Timur ini, infrastruktur yang dibangun berdasarkan identitas budaya asli tidak akan lekang oleh waktu. Keaslian inilah yang menjadi daya tarik bagi wisatawan dan secara otomatis menggerakkan roda ekonomi masyarakat setempat tanpa harus bergantung pada pasokan dari luar daerah.

Pantai Cemara: Hasil Dana Desa dan Gotong Royong
Wisata Pantai Cemara bukan sekadar tempat rekreasi, melainkan simbol ketangguhan warga Lingka Kuta. Destinasi ini dibangun menggunakan anggaran Dana Desa yang dikombinasikan dengan semangat gotong royong warga. Selain untuk ekonomi, kawasan ini didesain sebagai pelindung lingkungan dengan penanaman mangrove, pohon pinus, serta pemasangan pemecah ombak untuk mitigasi tsunami.

Pj Bupati Bireuen, Aulia Sofyan, bersama anggota Komisi V DPR RI, Ruslan M Daud, turut memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja perangkat desa (Geuchik). Keberhasilan mengubah lahan pesisir menjadi aset produktif ini dianggap sebagai “kerja tuntas” yang harus dicontoh desa-desa lain di Indonesia.

Dengan komitmen untuk tidak membelanjakan dana desa ke luar daerah, Lingka Kuta kini bertransformasi menjadi laboratorium ekonomi mandiri yang membuktikan bahwa kesejahteraan bisa diciptakan dari rumah sendiri.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menaker Serahkan Bantuan Rp30,3 Miliar untuk Korban Bencana Sumbar, Gubernur Mahyeldi Menilai Positif untuk Pemulihan Ekonomi

12 Februari 2026 - 17:47 WIB

Hanya 0,5% Desa Wisata Mandiri, Pemerintah Siapkan Roadmap Darurat

11 Februari 2026 - 22:42 WIB

Mendes Yandri: Pers Adalah Kunci Sukses Program Makan Bergizi

9 Februari 2026 - 15:23 WIB

Pajang Nama Penerima Bansos di Desa, Lawan Manipulasi Data!

9 Februari 2026 - 04:40 WIB

Wamendes Ariza: Budaya Bersih Jepang Harus Masuk Desa

7 Februari 2026 - 05:34 WIB

Mahyeldi Jadikan Rakornas Sentul Panggung Suara Darurat Bencana Sumbar

3 Februari 2026 - 16:22 WIB

Trending di PEMERINTAHAN