Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

PENDIDIKAN · 6 Feb 2026 11:27 WIB ·

Guru Perempuan Malang Disiapkan Jadi Arsitek Pemimpin Masa Depan


					Guru Perempuan Malang Disiapkan Jadi Arsitek Pemimpin Masa Depan Perbesar

Malang, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Anggapan bahwa guru perempuan hanya berperan di ruang kelas kini mulai digeser. Paramadina Institute for Education Reform (PIER) Universitas Paramadina, bekerja sama dengan Konrad-Adenauer-Stiftung (KAS) dan Dinas Kebudayaan Kota Malang, resmi menggelar pelatihan kepemimpinan khusus bagi 30 guru SMP perempuan se-Kota Malang.

Acara yang berlangsung selama empat hari (2-5 Februari 2026) di Hotel Ijen Suite ini bertujuan mematahkan “langit-langit kaca” yang sering kali menghambat guru perempuan untuk menduduki posisi strategis di instansi pendidikan. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Suwarjana, menegaskan bahwa memperkuat kapasitas kepemimpinan guru perempuan adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan iklim sekolah yang lebih inklusif dan berdaya.

Mengapa Harus Guru Perempuan?
Direktur Eksekutif PIER, Djayadi Hanan, Ph.D., mengungkapkan tiga alasan fundamental di balik inisiatif ini. Menurutnya, kepemimpinan bukan soal gender, melainkan soal kesetaraan kesempatan bagi guru perempuan untuk memimpin institusi pendidikan di masa depan.

Selain itu, kecakapan memimpin sangat krusial dalam proses belajar-mengajar harian. Guru yang memiliki jiwa kepemimpinan akan lebih efektif dalam mengarahkan siswa yang notabene adalah calon pemimpin Indonesia di masa mendatang.

Instruktur Lintas Sektor: Dari Akademisi Hingga Praktisi Demokrasi
Pelatihan ini tidak hanya diisi oleh jajaran akademisi internal Universitas Paramadina seperti Dr. Tatok Djoko Sudiarto dan Dr. Mohammad Abduh Zen, tetapi juga melibatkan pakar dari luar kampus. Kehadiran Danang Binuko dari Kemendagri serta aktivis demokrasi Dr. Titi Anggraini (Perludem) memberikan dimensi baru bagi para peserta dalam memandang kepemimpinan dari perspektif tata kelola pemerintahan dan demokrasi.

Dengan kombinasi instruktur lintas sektor ini, para guru diharapkan mampu melampaui tugas administratif mereka. Harapannya, mereka tidak hanya unggul dalam metodologi pengajaran, tetapi juga berani mengambil peran lebih luas sebagai pengambil kebijakan di tingkat sekolah maupun daerah demi memajukan kualitas pendidikan di Kota Malang.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ijon Proyek Pendidikan : Benalu Baru di Sekolah Desa Bekasi

5 Mei 2026 - 09:42 WIB

BRI Peduli Gelar Kelas Inspirasi, Bagikan Alat Tulis ke Siswa SDN 104 Langensari Bandung

4 Mei 2026 - 09:18 WIB

Matikan TV Jauhkan Gawai: Budaya Baru Desa Banjaran

4 Mei 2026 - 05:15 WIB

Gedung Mewah Batusangkar: Harapan Baru Bagi Pemuda Pelosok

28 April 2026 - 20:50 WIB

Strategi Triple Readiness: Kunci Lulusan Sarjana Membangun Desa

26 April 2026 - 06:03 WIB

Siswa SMK Bawen Guncang Dunia Tani Lewat Inovasi

24 April 2026 - 05:45 WIB

Trending di PENDIDIKAN