Semarang, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Siapa bilang belajar sains itu membosankan? Di SD Negeri Nogosaren, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, sekelompok mahasiswa KKN UNNES GIAT 12 berhasil membuktikan sebaliknya. Pada hari Sabtu, 2 Agustus 2025, suasana kelas 5 berubah menjadi laboratorium mini yang ramai dan penuh tawa. Mereka tidak sekadar membaca buku, tetapi secara langsung “menghidupkan” erupsi gunung berapi di atas meja.
Mahasiswi Pendidikan IPA, Halida Syafira, menggagas ide unik ini. Alih-alih hanya berteori, ia dan rekan-rekannya mengajak siswa kelas 5 untuk bereksperimen dengan tema “Gunung Meletus.” Pukul 09.30 WIB, kelas sudah dipenuhi rasa penasaran. Para mahasiswa memulai sesi dengan pemaparan singkat yang mudah dipahami, menjelaskan apa itu gunung berapi, mengapa ia meletus, serta tanda-tanda alam yang perlu diwaspadai. Mereka juga menyelipkan informasi krusial tentang langkah evakuasi saat bencana terjadi, menanamkan kesiapsiagaan bencana sejak dini.

Namun, kejutan sebenarnya bukan pada penjelasan, melainkan pada praktiknya. Setelah sesi pemanasan dengan ice breaking dan kuis berhadiah, para siswa diajak ke puncak acara: membuat gunung berapi mini. Dengan botol bekas sebagai kerucut gunung, mereka mencampurkan bahan-bahan sederhana seperti soda kue, cuka, sabun cair, dan pewarna makanan. Reaksi kimia pun terjadi, menciptakan letusan buatan yang aman, berbusa, dan berwarna-warni. Ekspresi takjub dan gembira terpancar jelas di wajah siswa-siswi yang menyaksikan “lahar” mengalir dari puncak gunung buatan mereka.
Aktivitas ini tidak hanya sekadar bermain. Melalui pengalaman langsung, siswa jadi mudah memahami konsep reaksi kimia yang menjadi dasar letusan gunung berapi. Kegiatan ini juga berhasil menumbuhkan rasa ingin tahu dan semangat belajar mereka terhadap ilmu sains. Di akhir sesi, para mahasiswa memutar video singkat yang menampilkan kembali eksperimen tersebut, membantu siswa menghubungkan teori dengan praktik yang baru saja mereka alami.
Model pembelajaran interaktif dan praktis seperti ini menunjukkan peran penting mahasiswa KKN dalam menginspirasi dunia pendidikan di tingkat lokal. Dengan kolaborasi antara kampus dan sekolah, kegiatan belajar tidak lagi terbatas pada ruang kelas, namun bisa menjadi ajang kreativitas dan penanaman kepedulian terhadap lingkungan dan kebencanaan secara konkret.



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.