Malaka, Nusa Tenggara Timur [DESA MERDEKA] – Krisis lingkungan di kawasan hutan lindung Wemer dan ancaman banjir di bantaran sungai Malaka kini mendapat penawar alami. Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18, DPC Partai Gerindra Kabupaten Malaka melakukan aksi “sabuk hijau” dengan menanam ribuan anakan asam dan bambu sebagai solusi jangka panjang mitigasi bencana, Sabtu (7/2/2026).
Langkah kolaboratif bersama UPTD KPH Belu–Malaka ini bukan sekadar seremoni. Penanaman difokuskan pada dua titik kritis: rehabilitasi vegetasi di Hutan Lindung Wemer untuk menahan longsor, serta penanaman bambu di Desa Naimana guna memperkuat tanggul sungai yang kerap jebol.
“Kami ingin hadir dengan solusi nyata. Penanaman anakan asam di Wemer bertujuan membuka kembali akses jalan yang sempat lumpuh akibat longsor, sementara bambu di Naimana akan menjadi ‘benteng hidup’ penahan banjir,” tegas Ketua DPC Gerindra Malaka, Benny Chandradinata.
Mitigasi Bencana dan Pemulihan Ekonomi
Kerusakan di Hutan Wemer selama ini menjadi momok bagi mobilitas warga karena memutus jalur utama penghubung Kabupaten Malaka dengan Belu dan TTU. Dengan sistem perakaran asam yang kuat, struktur tanah diharapkan kembali stabil sehingga infrastruktur jalan di atasnya tidak lagi rawan tergerus.
Di sisi lain, pemilihan bambu untuk wilayah Desa Naimana didasarkan pada kemampuan ekologis tanaman tersebut dalam mencengkeram tanah di pinggir sungai. Upaya ini diharapkan mampu melindungi lahan pertanian dan permukiman warga dari ancaman luapan air yang selama ini merugikan masyarakat perbatasan.

Mendorong Transformasi Hutan Produksi
Tak hanya aksi fisik, Benny Chandradinata yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi IV DPRD NTT, membawa wacana strategis terkait tata kelola hutan. Ia berkomitmen mendorong pemerintah untuk mengkaji ulang status sejumlah kawasan hutan lindung agar bisa dialihfungsikan menjadi hutan produksi.
“Kami akan perjuangkan alih fungsi hutan di beberapa titik, seperti di Desa Naet (Rinhat) dan Kabupaten TTS. Tujuannya agar masyarakat bisa memanfaatkan lahan secara produktif tanpa merusak fungsi ekologis hutan,” tambahnya.
Aksi ini membuktikan bahwa partai politik bisa mengambil peran strategis sebagai penggerak pemulihan lingkungan yang berdampak langsung pada ketahanan infrastruktur daerah.

Desa Membangun Negeri

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.