Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PENDIDIKAN · 15 Mei 2024 13:42 WIB ·

Gala Siswa Bekasi: Pabrik Pesepak Bola Dunia Mulai Beroperasi


					Gala Siswa Bekasi: Pabrik Pesepak Bola Dunia Mulai Beroperasi Perbesar

Bekasi, Jawa Barat [DESA MERDEKA]  Kabupaten Bekasi nampaknya serius ingin mempertahankan reputasinya sebagai gudang atlet berprestasi. Melalui pembukaan Gala Siswa Indonesia (GSI) jenjang SMP 2024 di Lapangan Pasir Tanjung, Cikarang Pusat, Rabu (15/5/2024), pemerintah daerah resmi menaruh investasi jangka panjang pada kaki-kaki mungil talenta muda mereka.

Sebanyak 23 tim dari SMP negeri dan swasta akan bertarung bukan sekadar demi trofi, melainkan memperebutkan satu tiket emas mewakili Kabupaten Bekasi ke tingkat Provinsi Jawa Barat. “Investasi” talenta ini menjadi sangat strategis mengingat Bekasi baru saja mengukir prestasi gemilang dengan membawa pulang trofi International Football Championship U-13.

Bukan Sekadar Main Bola, Tapi Seleksi Ilmiah
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Imam Faturahman, menegaskan bahwa GSI adalah cara pemerintah memetakan potensi anak bangsa secara terukur. Bekerja sama dengan ASKAB PSSI sebagai penyedia perangkat pertandingan, turnamen ini dirancang untuk menciptakan sistem regenerasi yang sehat.

“Tahun depan durasinya akan diperpanjang. Kita ingin pemetaan potensi atlet usia pelajar ini lebih dalam dan berkelanjutan,” ungkap Imam. Hal ini menunjukkan bahwa GSI bukan lagi sekadar kegiatan ekstrakurikuler musiman, melainkan bagian dari desain besar olahraga daerah.

Kolaborasi Pendidikan dan Olahraga
Ketua ASKAB PSSI Kabupaten Bekasi, H. Hamun Sutisna, menyebut GSI sebagai mitra strategis dalam pembinaan usia dini. Menurutnya, usia SMP (sekitar 13 tahun) adalah masa keemasan untuk membentuk karakter dan teknik pemain. Senada dengan itu, Exco ASKAB PSSI, Budiyanto, mendorong agar sekolah-sekolah tidak hanya aktif saat turnamen saja.

“Sekolah harus terlibat sejak proses pelatihan harian, bukan sekadar ikut kompetisi. GSI adalah puncak dari proses panjang di sekolah,” tutur Budiyanto.

Harapannya, melalui kompetisi yang tertata, Kabupaten Bekasi tidak akan kekurangan stok pemain profesional. GSI menjadi bukti bahwa ketika dunia pendidikan dan federasi olahraga bersinergi, peluang lahirnya bintang sepak bola nasional dari pinggiran Jakarta bukanlah hal mustahil.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 284 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

DPRD Sumbar Rancang Pendidikan Desa Berstandar Global

17 Juni 2026 - 15:24 WIB

Membangun SDM Desa, Investasi Lebih Berharga dari Beton

12 Juni 2026 - 10:35 WIB

Peran Guru Desa Jaga Kesehatan Mental Siswa

12 Juni 2026 - 10:25 WIB

Evaluasi Makan Bergizi Gratis di Malaka: Tantangan dan Harapan

9 Juni 2026 - 13:59 WIB

Jombang Pastikan Program Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

9 Juni 2026 - 00:02 WIB

Pawai Katam Al-Qur’an, Investasi Karakter Generasi Muda Padang

7 Juni 2026 - 13:06 WIB

Trending di PENDIDIKAN