Pekalongan, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Setelah lima tahun vakum, Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Kabupaten Pekalongan akhirnya “terbangun dari tidur”. Pelantikan pengurus periode 2024-2029 pada Jumat (30/8) menjadi sinyal kuat bahwa desa-desa di Pekalongan siap memerangi darurat literasi melalui revitalisasi taman baca dan perpustakaan desa.
Bukan sekadar pelantikan, momentum ini dibarengi dengan aksi nyata. Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Pekalongan langsung menyalurkan bantuan 1.000 buku bermutu dan rak buku kepada 20 perpustakaan desa serta TBM. Langkah ini diambil karena rendahnya akses terhadap bahan bacaan berkualitas di wilayah perdesaan masih menjadi akar masalah minat baca.

TBM: Lebih dari Sekadar Rak Buku
Plt Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan, Agus Pranoto, menekankan sudut pandang baru dalam mengelola literasi desa. Taman Bacaan Masyarakat (TBM) diharapkan tidak lagi menjadi ruangan sunyi penuh debu, melainkan ruang tamu publik di desa. TBM didorong menjadi pusat diskusi, tempat menambah ilmu praktis, hingga sarana hiburan positif bagi warga desa.
“Penggiat literasi memiliki peran penting dalam menggerakkan budaya di daerah masing-masing,” tegas Setiyo Haryono, pengurus FTBM Jawa Tengah. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan literasi nasional sangat bergantung pada aktifnya simpul-simpul baca di pelosok desa.
Syarat Administrasi: Kunci Bantuan 2025
Dukungan pemerintah dipastikan akan berlanjut pada tahun 2025. Namun, ada syarat administratif yang harus dipenuhi oleh setiap pengelola di desa: kepemilikan Nomor Pokok Perpustakaan (NPP).
Menurut Diah Kartika, petugas perpustakaan setempat, NPP bukan sekadar formalitas. Nomor ini adalah alat untuk memetakan kondisi perpustakaan di lapangan sekaligus syarat mutlak untuk menerima bantuan buku lanjutan. Dengan revitalisasi forum ini, perpustakaan desa tidak lagi berjuang sendiri, melainkan terintegrasi dalam sistem pembinaan nasional yang lebih memudahkan kemajuan literasi di tingkat lokal.



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.