Padang, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Fenomena menjamurnya rumah ibadah mewah hingga ke pelosok nagari di Sumatera Barat menjadi sorotan hangat. Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Evi Yandri Dt Rajo Budiman, menegaskan bahwa kemegahan fisik masjid harus berbanding lurus dengan jumlah jemaah, terutama keterlibatan aktif generasi muda dalam memakmurkan rumah Tuhan tersebut.
Hal itu disampaikannya saat menyerahkan bantuan pembangunan senilai Rp50 juta di Masjid Al Barkah Sungai Lareh, Kota Padang, Senin (23/2/2026). Evi Yandri mengapresiasi pesatnya pembangunan tempat ibadah di Sumbar, namun ia melempar tantangan bagi pengurus masjid untuk lebih kreatif dalam merangkul pelajar dan pemuda.
Ramadan Sebagai Momentum Edukasi Sosial
Menurut politisi tersebut, bulan suci Ramadan adalah waktu emas untuk melakukan pembinaan. Saat ini, masjid menjadi titik kumpul alami bagi semua lapisan masyarakat. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat edukasi sosial dan keagamaan agar masjid tidak hanya ramai saat salat Tarawih, tetapi tetap hidup di bulan-bulan lainnya.
“Ramadan adalah waktu yang tepat karena pelajar dan generasi muda lebih banyak berkumpul di masjid. Pesan-pesan pembinaan dapat tersampaikan dengan lebih optimal di sini,” ujar Evi Yandri.
Tantangan Jemaah Laki-Laki di Luar Ramadan
Secara blak-blakan, Evi Yandri menyinggung kondisi di luar bulan Ramadan, di mana jumlah jemaah laki-laki yang melaksanakan salat berjamaah cenderung menurun. Ia mendorong agar program-program masjid dibuat lebih relevan sehingga mampu menarik minat kaum pria dan pemuda untuk kembali menjadikan masjid sebagai pusat aktivitas harian.
Kehadiran sosok pimpinan DPRD Sumbar ini dalam tim Safari Ramadan tidak hanya membawa bantuan finansial, tetapi juga membawa misi penguatan sumber daya manusia. Bagi Evi Yandri, investasi terbaik bukan hanya pada semen dan beton bangunan, melainkan pada pembentukan karakter generasi penerus yang mencintai masjid sejak dini.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.