Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 22 Jun 2025 20:40 WIB ·

Dusun Kusuhijrah Terendam: Urgensi Saluran Air Memadai dan Pembangunan Got Mendesak


					Dusun Kusuhijrah Terendam: Urgensi Saluran Air Memadai dan Pembangunan Got Mendesak Perbesar

Halmahera Selatan, [DESA MERDEKA] – Intensitas hujan yang tinggi kembali menerjang Dusun Kusuhijrah, Kecamatan Bacan Barat, Halmahera Selatan, pada Sabtu, 21 Juni 2025. Akibatnya, pemukiman warga terendam banjir, memicu kekhawatiran dan desakan dari berbagai pihak terkait pentingnya infrastruktur saluran air yang memadai. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kalesang Anak Negeri (KANe) Maluku Utara menjadi salah satu yang paling vokal mendesak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Selatan untuk segera meninjau lokasi dan mengambil tindakan konkret.

Sekretaris LSM KANe, Alimudin Abd Fatah, mengungkapkan bahwa banjir di Dusun Kusuhijrah adalah dampak langsung dari sistem drainase yang tidak memadai. “Hujan deras menyebabkan got atau saluran air yang ada tidak mampu menampung debit air yang meluap. Akibatnya, air meluber ke jalan-jalan dan bahkan masuk ke dalam rumah warga,” jelas Alimudin. Meskipun tidak ada korban jiwa maupun kerusakan signifikan pada struktur bangunan, insiden ini menjadi peringatan keras akan kerentanan Dusun Kusuhijrah terhadap bencana banjir. Air yang menggenangi area pemukiman ini, meski surut perlahan, meninggalkan jejak kekhawatiran mendalam bagi penduduk setempat.

Kondisi saluran air yang ada saat ini dinilai jauh dari kata layak. Menurut Alimudin, daya tampung got yang terbatas membuat air mudah meluap, bahkan hingga menyebabkan kerusakan pada struktur got itu sendiri. “Banjir yang begitu kuat membuat sebagian got patah dan rusak. Ini menunjukkan betapa rapuhnya infrastruktur yang ada untuk menghadapi volume air hujan yang ekstrem,” tambahnya. Warga Dusun Kusuhijrah saat ini berada dalam kondisi waspada tinggi, terutama menjelang malam, karena khawatir akan datangnya hujan susulan yang dapat memicu banjir lebih parah.

Alimudin Abd Fatah secara tegas meminta Kepala Dinas BPBD Halmahera Selatan, Aswin Adam, untuk segera turun langsung ke lokasi banjir di Dusun Kusuhijrah. Tinjauan langsung ini diharapkan dapat memberikan gambaran jelas mengenai kondisi warga dan mendesak perencanaan pembangunan atau perbaikan saluran air yang diperlukan. Lebih lanjut, LSM KANe juga mendesak Bupati Halmahera Selatan, Bassam Kasuba, untuk memberikan perhatian serius terhadap permasalahan ini dan mengalokasikan anggaran untuk penanganan banjir serta pembangunan saluran air yang permanen dan kuat di Dusun Kusuhijrah.

“Jika tidak ada tanggapan serius dari pemerintah daerah, dan dengan kondisi cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi seperti sekarang, bukan tidak mungkin warga akan menjadi korban. Banjir ini sudah berulang kali terjadi di Dusun Kusuhijrah, dan warga sangat mengkhawatirkan keselamatan mereka,” tegas Alimudin. Ia menekankan bahwa Dinas terkait, khususnya BPBD Halmahera Selatan, tidak boleh berdiam diri. Penanganan preventif dan pembangunan infrastruktur yang kokoh adalah kunci untuk mengantisipasi bencana serupa di masa mendatang dan menjamin keamanan serta kenyamanan hidup masyarakat Dusun Kusuhijrah.

Disclaimer Berita:
Berita ini disusun berdasarkan informasi dan pernyataan yang disampaikan oleh narasumber dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kalesang Anak Negeri (KANe) Maluku Utara. Kami mengupayakan akurasi data dan informasi, namun redaksi tidak bertanggung jawab atas interpretasi atau tindakan yang diambil berdasarkan berita ini. Pembaca disarankan untuk mencari informasi lebih lanjut dari pihak berwenang terkait dan sumber terpercaya lainnya.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 55 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Siasat Ekspor Mikro: Berhenti Berteori, Saatnya Menyambung Titik Cuan Desa

20 September 2026 - 16:09 WIB

Transportasi Desa Indari Disorot, Pemerintah Diminta Beri Solusi

17 September 2026 - 21:04 WIB

Ketika Mesin Digugat: Palagan Manusia di Pilkades Bantarjaya

17 September 2026 - 13:44 WIB

Tegaskan Bebas Tendensi Politik, LSM KANe Malut Buka Suara Soal Monitoring BLT dan Legalitas Organisasi

8 September 2026 - 06:13 WIB

LSM Tantang Inspektorat Halsel Audit Dana Desa Sengga Baru

4 September 2026 - 22:43 WIB

Jurus Baru 20 Desa Wisata Sumbar Pikat Dunia

3 September 2026 - 05:12 WIB

Trending di RAGAM