Dogiyai, Papua Tengah [DESA MERDEKA] – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Dogiyai, Propinsi Papua Tengah mengambil langkah proaktif dalam memastikan efektivitas dana kampung. Demi memastikan anggaran yang besar itu berdampak positif bagi masyarakat, DPMK mengerahkan delapan tim untuk menyisir 79 kampung yang tersebar di Sepuluh Distrik di Kabupaten Dogiyai, Propinsi Papua Tengah. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam upaya mengawasi dan memfasilitasi pembangunan di tingkat paling bawah.
Pada Rabu, 23 Juli 2025, salah satu tim DPMK memulai perjalanannya. Tim ini fokus pada 12 kampung di Distrik Kamuu Selatan. Beberapa kampung yang dikunjungi antara lain Kampung Odaibega, Botumoma, Puweta I & II, serta beberapa kampung lainnya. Kunjungan ini tidak hanya sebatas seremonial, tetapi memiliki dua misi utama: fasilitasi dan evaluasi perkembangan kampung, serta penilaian dalam rangka Lomba Kampung se-Kabupaten Dogiyai.

Lomba Kampung menjadi instrumen evaluasi tahunan yang komprehensif serta melaksanakan amanat Permedagri Nomor 81 tahun 2015 tentang Perkembangan Evaluasi Desa dan Kelurahan. Aspek-aspek yang dinilai mencakup beragam hal, mulai dari pengelolaan administrasi, kebersihan, hingga kinerja individu seperti kepala kampung dan pendamping terbaik. Tujuannya jelas, untuk memotivasi setiap kampung agar terus berbenah dan mengelola sumber daya dengan optimal. .
Kepala DPMK Dogiyai, Emanuel Yohannes Giyai, S.IP, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara besaran dana dan proses pembangunan. Dengan anggaran yang digelontorkan cukup besar, setiap kampung diharapkan dapat mengelola dana tersebut secara efisien dan transparan. “Dana yang diturunkan di setiap kampung cukup besar, sehingga setiap kampung harus menjaga keseimbangan antara besaran dana dan proses pembangunan kampung agar masyarakat dapat merasakan dampak positif,” tegasnya.

Gerakan ‘jemput bola’ yang dilakukan DPMK ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mengawal kemajuan di level akar rumput. Dengan terjun langsung ke lapangan, DPMK dapat melihat kondisi riil, mendengar aspirasi, dan mengidentifikasi tantangan yang dihadapi oleh masyarakat dan perangkat kampung. Langkah ini diharapkan mampu meminimalisir penyalahgunaan anggaran dan memastikan setiap rupiah benar-benar sampai ke tujuan, yaitu kesejahteraan masyarakat kampung.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.