Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

SOSBUD · 4 Jul 2023 12:51 WIB ·

Distribusi Paket Kurban Idul Adha Purbalingga Sasar Pelosok Desa


					Hewan kurban yang didistribusikan di 3 Kabupaten yaitu Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Kebumen. Perbesar

Hewan kurban yang didistribusikan di 3 Kabupaten yaitu Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Kebumen.

Purbalingga, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] Ketimpangan distribusi daging di hari raya keagamaan masih menjadi realita yang sering dijumpai, di mana kawasan pelosok sering kali terlupakan. Guna memutus rantai ketimpangan pangan musiman tersebut, sebanyak 13 ekor sapi dan 22 ekor kambing disembelih untuk disalurkan langsung ke masyarakat di wilayah pedesaan dan pinggiran. Langkah nyata ini menjadi bagian penting dari upaya pemerataan kebahagiaan di hari raya.

Aksi sosial yang berlangsung pada Sabtu (01/07) ini diinisiasi oleh H. Rofik Hananto, anggota DPR RI Fraksi PKS asal Purbalingga. Langkah ini bukan sekadar ritual ibadah tahunan, melainkan sebuah gerakan taktis untuk memastikan ketahanan pangan protein hewani menjangkau tiga kabupaten sekaligus, yakni Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Banjarnegara, dan Kabupaten Kebumen.

Penyaluran berskala luas ini menginduk pada instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS melalui Program Tebar 1,8 Juta Paket Kurban Idul Adha 1444 H. Mengusung esensi tema “Kurban Kita, Bahagiakan Rakyat,” fokus utama gerakan ini adalah menghadirkan senyum di dapur-dapur keluarga yang jarang mengonsumsi daging berkualitas dalam keseharian mereka.

“Melalui program ini, kami berharap semakin banyak masyarakat desa yang merasakan manfaat langsung dari daging kurban yang disalurkan,” ujar H. Rofik Hananto.

Ia juga berharap agar kuantitas hewan kurban dapat terus meningkat dari tahun ke tahun agar jangkauan penerima manfaat di area yang membutuhkan bisa semakin luas.

Secara sosiologis, tradisi Idul Adha memiliki daya magis untuk mempererat kembali ikatan sosial warga yang renggang. Ketika daging kurban diantarkan ke pintu-pintu rumah di desa, sekat sosial runtuh dan berubah menjadi nilai kebersamaan serta kepedulian antar sesama. Nilai kebersamaan inilah yang menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas dan gotong royong di tingkat akar rumput.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 71 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

UMKM Lokal Hidupkan Festival Kuliner 100 Tahun Jam Gadang

21 Juni 2026 - 22:20 WIB

Ritual Sedekah Gunung, Kekuatan Budaya Warga Desa Lencoh

18 Juni 2026 - 04:22 WIB

Muharam di Desa: Momentum Revolusi Mental dan Etos Kerja

17 Juni 2026 - 15:31 WIB

Mandeh Siti Manggopoh, Inspirasi Pembangunan Desa Agam Modern

16 Juni 2026 - 13:46 WIB

Prasasti Kuno Buktikan Akar Sejarah Literasi Desa Nusantara

14 Juni 2026 - 08:22 WIB

Batik Singosari: Dari Sebatang Lilin Menuju Pengakuan Nasional

14 Juni 2026 - 05:43 WIB

Trending di SOSBUD