Penajam Paser Utara [DESA MERDEKA] – Gairah literasi di Bumi Benuo Taka, Penajam Paser Utara (PPU), terus dinyalakan. Melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten PPU, upaya peningkatan kualitas perpustakaan di tingkat desa dan kelurahan digencarkan lewat program pembinaan intensif. Langkah strategis ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi standar akreditasi nasional, tetapi lebih jauh lagi, mentransformasi perpustakaan menjadi episentrum kegiatan literasi yang dinamis dan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.
Kepala Dispusip PPU, Muhammad Yusuf Basrah, pada Sabtu (24/5/2025), mengungkapkan komitmen pihaknya dalam memberikan pendampingan secara berkelanjutan. Para petugas perpustakaan desa dibekali berbagai pengetahuan dan keterampilan esensial, mulai dari manajemen koleksi buku yang efektif, penataan ruang baca yang nyaman dan representatif, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengelolanya. “Kami terus lakukan pendampingan agar perpustakaan desa bisa lebih fungsional dan memenuhi syarat akreditasi,” ujar Yusuf optimistis.
Meski demikian, perjalanan menuju standardisasi ini masih memerlukan upaya ekstra. Dari total 54 desa dan kelurahan yang tersebar di wilayah PPU, baru sekitar 40 persen perpustakaan yang berhasil mengantongi status terakreditasi. Sebagian besar lainnya masih menghadapi tantangan terkait pemenuhan komponen dasar, seperti ketersediaan jumlah koleksi buku yang memadai, fasilitas ruang baca yang representatif, serta keberadaan petugas khusus yang fokus mengelola operasional perpustakaan.
Untuk mengakselerasi target tersebut, Dispusip PPU secara rutin melaksanakan evaluasi tahunan. Program ini mendapat angin segar berkat dukungan konkret dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) melalui sinergi dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes). “Sejak adanya nota kesepahaman (MoU) antara Perpusnas dan Kemendes tahun lalu, desa-desa mendapatkan bantuan buku dan dukungan anggaran. Ini sangat membantu proses pembinaan yang kami lakukan,” jelas Yusuf.
Dispusip PPU menargetkan seluruh perpustakaan desa dan kelurahan di PPU dapat terakreditasi dalam waktu dekat. Berbagai strategi komprehensif telah disiapkan, meliputi sosialisasi masif, penyelenggaraan pelatihan berkala, pembentukan tim pengelola yang solid di setiap unit, hingga pendampingan teknis secara langsung.
Yusuf Basrah menegaskan bahwa akreditasi bukan sekadar pemenuhan aspek kelengkapan fasilitas fisik semata. Lebih dari itu, akreditasi merupakan cerminan kualitas layanan yang diberikan perpustakaan kepada masyarakat. “Kami ingin perpustakaan desa tidak hanya ada secara fisik, tetapi benar-benar hidup dan aktif mendorong budaya literasi serta minat baca masyarakat,” pungkasnya, menggambarkan visi besar untuk masa depan literasi di PPU.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.