Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

KESEHATAN · 7 Jun 2025 21:16 WIB ·

Direktur RSUD Labuha Buka Suara: Klarifikasi Tudingan Pelayanan Buruk dan CT Scan Rusak


					Direktur RSUD Labuha Buka Suara: Klarifikasi Tudingan Pelayanan Buruk dan CT Scan Rusak Perbesar

Labuha, Halmahera Selatan [DESA MERDEKA] — Menanggapi pemberitaan di salah satu media daring yang mengemukakan tudingan buruknya pelayanan kesehatan di RSUD Labuha (7/6/25), Direktur RSUD Labuha, dr. Titin, angkat bicara. Melalui aplikasi perpesanan WhatsApp, Sabtu (7/6/25) kepada Desa Merdeka, dr. Titin dengan tegas menyatakan bahwa tulisan di media tersebut tidak berdasar dan mengada-ada. Pernyataan ini muncul sebagai respons atas kritik yang menyebutkan RSUD Labuha tidak menangani pasien dengan semestinya, terutama terkait kasus pasien dengan cedera kepala.

Dr. Titin mempertanyakan dasar penilaian buruk terhadap pelayanan kesehatan rumah sakit, menyusul kekecewaan keluarga salah satu pasien yang diklaim mengalami cedera kepala dan tidak ditangani secara semestinya. Beliau secara spesifik meminta kejelasan mengenai indikator yang digunakan untuk menyatakan kondisi kritis pasien. Menurut dr. Titin, pasien yang dipersoalkan tersebut telah didiagnosis mengalami cedera kepala ringan (CKR). Beliau menekankan pentingnya kebijaksanaan media dalam memuat berita, agar tidak menulis tanpa mengetahui duduk persoalan secara menyeluruh dan akurat.

Terkait dengan alat CT Scan (Computed Tomography scan) yang menjadi sorotan, dr. Titin menjelaskan bahwa alat tersebut memang ada di RSUD Labuha. Namun, kondisi alat tersebut sudah rusak dan tidak dapat berfungsi lagi. “Alat CT scan yang dipersoalkan itu memang ada di RSUD Labuha,” imbuhnya, “Dan saya masuk bertugas di RSUD Labuha, alat itu memang sudah rusak, tidak bisa digunakan.” Keterangan ini meluruskan dugaan bahwa rumah sakit tidak memiliki alat esensial tersebut, melainkan menghadapi kendala teknis.

Lebih lanjut, dr. Titin menerangkan bahwa Kementerian Kesehatan telah menjanjikan pengiriman alat CT Scan yang baru, dengan syarat RSUD Labuha menyiapkan daya listrik yang memadai untuk operasional alat tersebut. Sayangnya, menurut dr. Titin, daya listrik yang dibutuhkan belum dapat dipenuhi hingga saat ini. Untuk mengatasi masalah daya listrik, pihak RSUD Labuha telah mengajukannya dalam anggaran tahun 2025. “Daya listrik di RSUD Labuha sudah kami ajukan di anggaran tahun 2025,” lanjutnya, “Dan ternyata, menurut Bappeda, RSUD tidak boleh menganggarkan listrik sendiri. Kenapa? Karena aliran listrik itu adalah kewenangan dari PLN, apakah manajemen RSUD salah?” Hal ini mengindikasikan adanya kendala regulasi dalam pengadaan daya listrik.

Dr. Titin menambahkan bahwa pihak RSUD Labuha juga telah mengajukan proposal kepada Bupati Halmahera Selatan, dengan harapan Bupati dapat meneruskan permohonan tersebut kepada pihak PLN untuk penambahan daya, khususnya untuk kebutuhan pasokan listrik alat-alat medis di RSUD Labuha.

Direktur RSUD Labuha tersebut dengan tegas membantah klaim bahwa dirinya telah dikonfirmasi oleh awak media mengenai isu alat CT Scan dan pelayanan kesehatan yang buruk. “Kapan konfirmasi ke saya? Kok dibilang saya enggak merespons?” lanjutnya, “Indikatornya apa disampaikan kalau pengelolaan anggaran di RSUD sangat buruk?”

Beliau juga mempertanyakan sumber informasi dan tuduhan sepihak dari internal RSUD Labuha yang komentarnya ditulis oleh media tanpa identitas jelas. “Siapa orang itu yang tidak mau disebutkan namanya, yang menyampaikan kalau pengelolaan anggaran buruk? Orang manajemen, kah? Jangan seperti itulah kalau memuat berita,” tegas dr. Titin, menekankan pentingnya verifikasi sumber dan konfirmasi berita untuk menjaga akuntabilitas jurnalistik.

Menutup perbincangan dengan Desa Merdeka, dr. Titin kembali meminta media untuk melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada pihak RSUD Labuha sebelum merilis berita. Permintaan ini bertujuan agar informasi yang sampai kepada masyarakat tidak bias dan tetap akurat, sejalan dengan prinsip kode etik jurnalistik mengenai cek dan ricek (check and balance) informasi.

Disclaimer Berita:
Berita ini merupakan hak jawab dan klarifikasi dari pihak RSUD Labuha terkait tudingan yang beredar. Redaksi senantiasa berkomitmen untuk menyajikan berita yang berimbang dan terverifikasi sesuai kode etik jurnalistik. Pembaca diharapkan untuk memahami berbagai perspektif informasi sebelum menyimpulkan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 195 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bidadari Surga: Benteng Desa Hadapi Kanker Paling Mematikan

17 April 2026 - 14:29 WIB

Proyek TRUST: Harapan Baru Rujukan Medis Warga Desa

14 April 2026 - 16:37 WIB

Moto SENYUM: Wajah Baru Layanan Kesehatan Halmahera Selatan

4 April 2026 - 08:44 WIB

Dokter Muda Jabar: Menjadi Cahaya Kesehatan di Pelosok Desa

1 April 2026 - 13:55 WIB

Jalan Santai Mahyeldi-Vasko: Cara Cair Dengar Aspirasi Warga

29 Maret 2026 - 20:56 WIB

Aksi Nyata PKK Samuya Kawal Ibu Hamil Berisiko

24 Maret 2026 - 16:16 WIB

Trending di KESEHATAN