Jakarta [DESA MERDEKA] – Di tengah hiruk-pikuk konsolidasi politik menuju Pemilu 2029, Kongres Partai Buruh di Jakarta Utara menampilkan pemandangan yang tak biasa. Bukan sekadar orasi hak pekerja, panggung nasional ini justru menjadi ajang “diplomasi budaya” saat Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menerima dan mengenakan langsung kain batik khas Tana Tidung, Kalimantan Utara, Kamis (22/1/2026).
Momen ikonik ini terjadi di Golden Boutique Hotel – Angkasa ketika Ibu Getrin, perwakilan dari Kalimantan Utara, memasangkan kain tersebut kepada Said Iqbal. Langkah ini bukan sekadar seremoni cinderamata, melainkan simbol kuat bahwa gerakan politik buruh kini mulai meleburkan identitas daerah ke dalam perjuangan kelas pekerja nasional.

Panggung UMKM dan Koperasi Merah Putih
Kongres kali ini seolah berubah menjadi etalase ekonomi kerakyatan. Seluruh pengurus daerah yang hadir tak datang dengan tangan hampa; mereka membawa berbagai produk unggulan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta hasil produksi Koperasi Merah Putih.
Ketua Exco Partai Buruh Kalimantan Utara, Joko Supriyadi, menegaskan bahwa memperkenalkan produk lokal di level nasional adalah strategi politik ekonomi. Menurutnya, perjuangan Partai Buruh tidak akan lengkap tanpa memperkuat pondasi ekonomi turunan di tingkat akar rumput melalui koperasi.

Lebih dari Sekadar Hak Pekerja
Ada pesan penting yang coba disampaikan Partai Buruh lewat kehadiran delegasi daerah ini: perjuangan partai telah meluas. Tidak lagi hanya terpaku pada upah dan jam kerja, partai ini kini menyuarakan perlindungan hak adat masyarakat serta kedaulatan atas tanah ulayat.
“Partai kami adalah masa depanmu,” menjadi slogan yang ditegaskan kembali dalam kongres ini. Penyerahan batik Tana Tidung menjadi bukti fisik bahwa keberagaman budaya dan keadilan sosial bagi masyarakat adat merupakan bagian tidak terpisahkan dari visi besar partai menuju 2029. Dengan merangkul identitas lokal, Partai Buruh mencoba memposisikan diri sebagai kekuatan politik yang paling memahami denyut nadi rakyat di pelosok negeri.

Aktivis Buruh DesaMerdeka Kalimantan Utara

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.