Menu

Mode Gelap
Korban Bencana Sumatra Capai 303 Jiwa, Sumut Paling Terdampak Akses Darurat dan Data Tunggal Kunci Penanganan Bencana Sumbar Dana Desa Tahap II Gagal Cair, Program Pembangunan Mangkrak 24 Desa Jember Masih Blank Spot, DPRD Desak Diskominfo Pengamanan Ketat Kawal Pencairan Dana Desa Tolikara Berjalan Lancar

EKBIS · 22 Jan 2025 15:22 WIB ·

Desa Wantilan Jadi Contoh Pengelolaan Sampah Berbasis BUMDes, Tingkatkan Ekonomi Masyarakat


					Desa Wantilan Jadi Contoh Pengelolaan Sampah Berbasis BUMDes, Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Perbesar

Subang [DESA MERDEKA] – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi pengelolaan sampah yang dilakukan oleh Desa Wantilan, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Desa ini berhasil mengubah permasalahan sampah menjadi peluang ekonomi yang menguntungkan bagi masyarakat.

Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Desa Wantilan telah berhasil mengelola sampah secara efektif. Sampah organik, misalnya, diolah menjadi pupuk kompos dan pakan ternak melalui budidaya maggot. Sementara itu, sampah non-organik didaur ulang menjadi berbagai produk kerajinan tangan.

“Ini adalah contoh nyata bagaimana kita bisa mengubah sampah menjadi berkah,” ujar Tito dalam kunjungannya ke Desa Wantilan. “BUMDes di sini tidak hanya berfungsi sebagai pengelola sampah, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat.”

Dengan melibatkan masyarakat secara aktif dalam proses pengelolaan sampah, Desa Wantilan berhasil menciptakan budaya bersih dan mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir. Selain itu, program ini juga meningkatkan pendapatan asli desa (PADes) dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat.

“Saya berharap model pengelolaan sampah di Desa Wantilan ini bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Indonesia,” tambah Tito.

Membangun Desa Mandiri

Tito menekankan pentingnya membangun desa yang mandiri secara finansial. Dana Desa yang diberikan pemerintah pusat, menurutnya, harus dimanfaatkan secara efektif untuk meningkatkan perekonomian desa.

“Jangan hanya mengandalkan Dana Desa,” tegas Tito. “Manfaatkan potensi yang ada di desa, seperti pengelolaan sampah, pertanian, dan wisata, untuk meningkatkan pendapatan.”

Dengan meningkatkan pendapatan desa, pemerintah desa dapat menjalankan berbagai program pembangunan, seperti perbaikan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta pemberdayaan masyarakat.

Mencegah Urbanisasi

Salah satu tujuan utama dari program pengelolaan sampah di Desa Wantilan adalah untuk mencegah urbanisasi. Dengan menciptakan peluang ekonomi di desa, diharapkan masyarakat tidak lagi berbondong-bondong pindah ke kota untuk mencari pekerjaan.

“Kita ingin masyarakat desa bisa hidup sejahtera di desanya masing-masing,” ujar Tito. “Dengan begitu, desa akan menjadi tempat yang layak untuk ditinggali dan berkembang.”

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 50 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bupati Minut Tawarkan Likupang ke Investor Global di Forum UCLG

4 Desember 2025 - 21:20 WIB

Ditemukan Hama, Bulog Tarik Seluruh Beras Bantuan di Jepara

4 Desember 2025 - 21:10 WIB

Inovasi Ecoprint Desa Bojong Cianjur Tembus Pasar Interior

22 November 2025 - 03:24 WIB

Modal Konsisten, Gadis Desa Rawaheng Raup Cuan Puluhan Juta

22 November 2025 - 02:04 WIB

Jagung Pipil Ciperna Subur: Bukti Nyata Ketahanan Pangan Prabowo

21 November 2025 - 11:14 WIB

APOKI Tetapkan Pengurus Inti, Siap Perkuat Industri Kelapa Nasional

20 November 2025 - 06:25 WIB

Trending di EKBIS