Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

EKBIS · 22 Jan 2025 15:22 WIB ·

Desa Wantilan Jadi Contoh Pengelolaan Sampah Berbasis BUMDes, Tingkatkan Ekonomi Masyarakat


					Desa Wantilan Jadi Contoh Pengelolaan Sampah Berbasis BUMDes, Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Perbesar

Subang [DESA MERDEKA] – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi pengelolaan sampah yang dilakukan oleh Desa Wantilan, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Desa ini berhasil mengubah permasalahan sampah menjadi peluang ekonomi yang menguntungkan bagi masyarakat.

Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Desa Wantilan telah berhasil mengelola sampah secara efektif. Sampah organik, misalnya, diolah menjadi pupuk kompos dan pakan ternak melalui budidaya maggot. Sementara itu, sampah non-organik didaur ulang menjadi berbagai produk kerajinan tangan.

“Ini adalah contoh nyata bagaimana kita bisa mengubah sampah menjadi berkah,” ujar Tito dalam kunjungannya ke Desa Wantilan. “BUMDes di sini tidak hanya berfungsi sebagai pengelola sampah, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat.”

Dengan melibatkan masyarakat secara aktif dalam proses pengelolaan sampah, Desa Wantilan berhasil menciptakan budaya bersih dan mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir. Selain itu, program ini juga meningkatkan pendapatan asli desa (PADes) dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat.

“Saya berharap model pengelolaan sampah di Desa Wantilan ini bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Indonesia,” tambah Tito.

Membangun Desa Mandiri

Tito menekankan pentingnya membangun desa yang mandiri secara finansial. Dana Desa yang diberikan pemerintah pusat, menurutnya, harus dimanfaatkan secara efektif untuk meningkatkan perekonomian desa.

“Jangan hanya mengandalkan Dana Desa,” tegas Tito. “Manfaatkan potensi yang ada di desa, seperti pengelolaan sampah, pertanian, dan wisata, untuk meningkatkan pendapatan.”

Dengan meningkatkan pendapatan desa, pemerintah desa dapat menjalankan berbagai program pembangunan, seperti perbaikan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta pemberdayaan masyarakat.

Mencegah Urbanisasi

Salah satu tujuan utama dari program pengelolaan sampah di Desa Wantilan adalah untuk mencegah urbanisasi. Dengan menciptakan peluang ekonomi di desa, diharapkan masyarakat tidak lagi berbondong-bondong pindah ke kota untuk mencari pekerjaan.

“Kita ingin masyarakat desa bisa hidup sejahtera di desanya masing-masing,” ujar Tito. “Dengan begitu, desa akan menjadi tempat yang layak untuk ditinggali dan berkembang.”

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 82 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bukan Cuma Berburu Turis, Ini Wajah Baru Pariwisata Masa Depan!

31 Mei 2026 - 01:38 WIB

Internet Rakyat: Senjata Baru BUMDesa Sragen Mandiri Digital

30 Mei 2026 - 18:42 WIB

Perangkat Internet Rakyat di Acara GAS 2026

Samsat Budiman: BUMDesa Gesit Amankan Pajak Desa

30 Mei 2026 - 12:22 WIB

Pelayanan Pembayaran Pajak Kendaraan Samsat Budiman

Strategi GAS Sragen 2026 Dongkrak Pendapatan Daerah

29 Mei 2026 - 16:44 WIB

Government Auto Show 2026 di Gedung Sasana Manggala Sukowati Sragen

Hilirisasi Pinang Lima Puluh Kota Menembus Pasar Ekspor

29 Mei 2026 - 10:45 WIB

Dampak Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Desa: Benarkah Sawah Terancam?

24 Mei 2026 - 15:07 WIB

Trending di EKBIS