Jakarta [DESA MERDEKA] – Desa kini dihadapkan pada era digital yang bergerak cepat. Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) meminta warga desa untuk bijak memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI). Hal ini penting agar desa tidak tertinggal dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
AI: Mempercepat Kemajuan, Menghindari Hoaks di Desa
Kepala Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Desa dan Daerah Tertinggal Kemendes PDT, Dicky Yosepial, menegaskan bahwa AI dapat menjadi alat percepatan dan pembaruan. “Hal-hal yang sifatnya untuk kecepatan, untuk perkembangan, untuk keterbaruan, silakan gunakan kecerdasan buatan,” ujarnya saat membuka Bimbingan Teknis Manajemen Konten Peningkatan Kapasitas Konten Kreator Tahun 2025 di Jakarta, Selasa (10/6/2025). Namun, Dicky juga mengingatkan agar AI tidak digunakan untuk menyebarkan berita bohong atau hoaks, yang dapat merugikan masyarakat desa.
Warga desa tidak dapat menutup diri dari pesatnya perkembangan teknologi. Adaptasi terhadap kecanggihan teknologi, termasuk AI, adalah kunci untuk membantu kemajuan desa. Kemendes PDT bahkan telah merancang rencana aksi desa digital untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi di lingkungan desa. “Sekarang semua program itu adanya dalam bentuk digital. Kita harus melek digitalisasi. Mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus paham,” kata Dicky.
Jika warga desa menolak beradaptasi dengan teknologi digital, mereka berpotensi menjadi sumber daya manusia (SDM) yang tertinggal. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas SDM desa melalui pelatihan dan bimbingan teknis menjadi sangat krusial.
Akademi Desa: Wujudkan SDM Unggul dan Berdaya
Kegiatan bimbingan teknis yang digagas oleh Kemendes PDT ini bertujuan meningkatkan kapasitas alumni konten kreator Akademi Desa dalam mengoptimalkan media sosial dan pemanfaatan kecerdasan buatan. Tujuannya adalah untuk pemberdayaan desa secara strategis dan berkelanjutan. Akademi Desa sendiri merupakan pusat pembelajaran berbasis digital yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan keterampilan masyarakat desa.
Dalam bimbingan teknis ini, Akademi Desa dan Kemendes PDT menghadirkan berbagai narasumber untuk berbagi materi seputar pembuatan konten dan pengembangan media sosial. Inisiatif ini diharapkan dapat melahirkan generasi desa yang melek digital dan mampu memanfaatkan teknologi, termasuk AI, untuk kemajuan desa mereka. Dengan begitu, desa akan semakin mandiri, sejahtera, dan tidak kalah bersaing di era digital ini.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.