Menu

Mode Gelap
Rembuk Stunting Desa Batang Bahas Konvergensi dan Perencanaan Pencegahan Stunting Tahun 2027 Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

DESA · 28 Agu 2025 15:13 WIB ·

Desa Majapahit Gelar Rembuk Stunting, Data dan Komitmen Jadi Fokus


					Oplus_131072 Perbesar

Oplus_131072

Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan [DESAMERDEKA] — Pemerintah Desa Majapahit, Kecamatan Pasimarannu, Kabupaten Kepulauan Selayar, menggelar Rembuk Stunting Tahun 2025 di Aula Kantor Desa Majapahit, Kamis (28/8/2025). Forum ini menjadi langkah penting untuk menekan angka stunting melalui pemetaan data, strategi tepat sasaran, dan komitmen bersama seluruh elemen masyarakat.

Kepala Desa Majapahit, Ane Budi, dalam sambutannya menegaskan bahwa rembuk ini adalah bentuk keseriusan desa untuk menurunkan angka stunting. “Anak-anak adalah masa depan desa. Kita semua punya tanggung jawab untuk memastikan mereka tumbuh sehat, cerdas, dan kuat. Karena itu rembuk ini penting agar program yang kita jalankan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, Sitti Julaeha, SKM, Pelaksana Gizi Puskesmas Pasimarannu, memaparkan kondisi terkini kasus stunting di Desa Majapahit. Ia menyebut jumlah balita stunting per Agustus 2025 tercatat sebanyak 10 anak, turun dari 11 kasus pada bulan sebelumnya. Dari total 144 balita yang terukur di empat posyandu, prevalensi stunting berada di angka 6,9 persen. Angka ini masih berada di bawah target capaian nasional 18,8 persen. “Meski turun, kita harus waspada karena ada empat kasus baru di tahun ini, sebagian besar dipengaruhi pernikahan dini, ibu hamil berisiko, dan kekurangan gizi saat kehamilan,” jelasnya.

Sementara itu, Bahtiar, A.Md, Kepala UPT PK&KB Wilayah V Kecamatan Pasimarannu, menekankan pentingnya fokus pada sasaran yang benar agar penanganan stunting efektif. “Tidak semua balita menjadi sasaran stunting. Ada lima kelompok utama yang harus kita perhatikan, yakni remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Kalau status gizi ibu hamil baik, maka risiko bayi lahir stunting bisa ditekan. Program yang kita rumuskan harus konkret dan tepat sasaran,” tegasnya.

Rembuk tersebut dihadiri Camat Pasimarannu, unsur TNI-Polri, Kepala Urusan Agama Kecamatan Pasimarannu, Balai Penyuluhan Pertanian dan Peternakan, Ketua dan Anggota BPD, Kepala Pustu, TP-PKK Desa Majapahit, kader posyandu, Imam Dusun, RK/RT, serta tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, dan tokoh perempuan Desa Majapahit.

Hasil rembuk kemudian dituangkan dalam berita acara resmi yang akan menjadi dasar program penanganan stunting tahun 2026. Dengan forum ini, Desa Majapahit menegaskan komitmennya menghadirkan generasi sehat dan berkualitas, sekaligus mendukung upaya nasional dalam percepatan penurunan angka stunting.

 

 

 

 

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 96 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Rembuk Stunting Desa Batang Bahas Konvergensi dan Perencanaan Pencegahan Stunting Tahun 2027

20 Mei 2026 - 12:39 WIB

20 Mei 2026 - 12:09 WIB

Pembangunan Jalan Rabat Beton Desa Pyang Mbik Urai Kepadatan

20 Mei 2026 - 09:53 WIB

Petugas BPN Belu Ronda Malam demi Sertifikat Tanah Desa Henes

20 Mei 2026 - 08:56 WIB

Intip Strategi Desa Singa Kunci Anggaran Stunting Tahun 2027!

19 Mei 2026 - 13:52 WIB

Desa Sayur Tanpa Sawah: Ironi Pangan Lereng Slamet

18 Mei 2026 - 21:50 WIB

Trending di DESA