Kedungwaringin, Bekasi, Jawa Barat [DESA MERDEKA] – Calon Bupati (Cabup) Bekasi nomor urut 1, Dani Ramdan, menunjukkan komitmennya terhadap isu kesehatan masyarakat dengan mengunjungi salah satu warga di Kecamatan Kedungwaringin pada hari pertama masa kampanyenya, Sabtu (26/10). Kunjungan ini sekaligus menjadi agenda blusukan perdananya dalam kontestasi Pilkada Cabup Bekasi 2024.
Dani Ramdan mendatangi Diana Yasmin (38), warga Kampung Kedung Gede, Desa Kedungwaringin, yang sudah tujuh bulan terakhir berjuang melawan penyakit kanker serviks stadium 4B. Kehadiran Dani Ramdan di kediaman Diana diundang langsung oleh warga setempat untuk memberikan semangat dan dukungan moril.
Sosok Dani Ramdan memang dikenal akrab dan memiliki empati tinggi terhadap kesulitan warganya. Hal ini kerap ia tunjukkan saat menjabat sebagai Penjabat (Pj) Bupati Bekasi, di mana ia tak segan turun langsung mengunjungi warga yang sakit, tertimpa musibah, atau menghadapi kesulitan ekonomi. Kedekatan ini menjadikannya figur yang sudah terbiasa bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat itu mengungkapkan bahwa kunjungannya bukan sekadar menunjukkan empati, tetapi juga untuk merasakan langsung apa yang dialami oleh masyarakat yang sedang tertimpa musibah.
“Saya hadir tidak saja menunjukkan empati, tapi untuk merasakan langsung apa yang dirasakan masyarakat yang terkena musibah,” ujar Dani, yang datang mengenakan kacamata dan tampak karismatik.
Dalam kesempatan tersebut, Dani memastikan bahwa pasien telah terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang seluruh biaya pengobatannya sudah ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi. “Sudah tujuh bulan lebih Saudara Diana Yasmine terbaring sakit. Saya hanya ingin memberikan motivasi dan memastikan bahwa BPJS Kesehatannya dalam keadaan aktif,” sambungnya.
Namun, ia menemukan adanya kendala lain, yaitu biaya transportasi dan akomodasi selama rawat jalan. Suami Diana, Mulyadi Effendi, menjelaskan bahwa istrinya tidak mungkin bolak-balik dari Kedungwaringin ke RS Persahabatan di Jakarta untuk menjalani sinar radiasi dan kemoterapi yang memakan waktu kurang lebih 25 hari. Kondisi ini memaksa keluarga untuk mengeluarkan biaya besar demi menyewa kamar kos.
Menanggapi permasalahan ini, Dani Ramdan berjanji akan menyusun program solutif. Ia berkomitmen untuk membangun rumah singgah bagi pasien-pasien kanker asal Kabupaten Bekasi yang sedang menjalani rawat jalan di rumah sakit rujukan.
“Ke depannya kita akan adakan program rumah singgah untuk pasien-pasien asal Kabupaten Bekasi yang sedang berobat kanker. Jadi, biayanya sudah kita free (gratis) kan, tinggal masalah transportasi dan akomodasi selama pengobatan,” tegas Dani.
Ia menambahkan, program kerja yang akan disusunnya kelak akan berbasis pada kebutuhan riil masyarakat, bukan sekadar pemikiran dari timnya. “Jadi, untuk menyusun program itu bukan hanya dari pikiran kita, kebutuhan masyarakat itu yang akan menjadi program kita ke depan apabila nanti dilantik menjadi Bupati Bekasi,” tutupnya.
Mulyadi Effendi, suami pasien, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kunjungan dan semangat yang diberikan Dani Ramdan. Ia berharap jika Dani terpilih menjadi bupati, janji pembangunan rumah singgah di dekat rumah sakit rujukan dapat segera terealisasi.
misru Ariyanto jurnalis desamerdeka, saat ini menjabat sekretaris parade Nusantara DPD kabupaten Bekasi

















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.