Lubuk Sikaping, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] – Studi tiru ayam petelur yang dilakukan Pengurus Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) Silayang Saiyo. Kecamatan Mapat Tunggul Selatan, Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat, ke BUMNag Bina Karya. Nagari Pauh, Kecamatan Lubuk Sikaping, pada Kamis (25/9). Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempelajari seluk-beluk program ayam petelur. Adapun anggarannya dari Dana Desa (DD) sebesar 20%. Adalah salah satu dari 7 prioritas penggunaan DD dari Kementetian Desa, yakni program Ketahanan Pangan (Ketapang).
BUMNag Silayang Saiyo diwakili oleh Nora Apita, Pepi dan Pendamping Desa (PD) Kecamatan Mapat Tunggul Selatan, Mulyadi Putra. Kedatangan mereka disambut hangat oleh Wali Nagari Pauh, Dedi Rahmadani bersama Sekretaris Nagarinya. Selanjutnya Ketua BUMNag Bina Karya, Yon Surada. PD, Darman, serta Pendamping Lokal Desa, Fero.

“Kami sangat antusias untuk belajar dari BUMNag Bina Karya terkait program ayam petelur. Kami berharap, ilmu yang didapatkan bisa diterapkan di Nagari Silayang. Guna mewujudkam kegiatan Ketapang untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan anggaran DD sebesar Rp. 230.000.000,” ujar Nora.
Dalam kunjungan tersebut, pengurus BUMNag Silayang berkesempatan untuk:
– Melihat langsung proses pemeliharaan ayam petelur di kandang BUMNag Bina Karya.
– Bertukar pikiran dengan pengelola BUMNag Bina Karya mengenai tantangan dan solusi dalam menjalankan program ayam petelur.
– Mendapatkan materi tentang Desain dan RAB serta manajemen pemeliharaan, pengelolaan keuangan, dan strategi pemasaran telur. Termasuk untuk Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak-anak sekolah.
Mulyadi Putra, menambahkan bahwa studi tiru ini merupakan peningkatan kapasitas BUMNag di wilayah dampingannya. “Kami terus mendorong BUMNag untuk berinovasi dan mencari peluang usaha yang dapat meningkatkan pendapatan BUMNag. Pun, sebagai bagian dari peningkatan pendapatan masyarakat, dan tentunya Pendapatan Asli Nagari,” katanya.
Ketua BUMNag Bina Karya, Yon Surada, menyambut baik kedatangan BUMNag Silayang. “Kami siap berbagi pengalaman dan pengetahuan. Sebagai tambahan, kita membuat kandang ini seluas 4 X 18 meter dengan kapasitas 540 ekor. Angka usia panennya 18 minggu. Untuk saat ini, baru 16 minggu. Artinya, 2 minggu ke depan sudah panen,” pungkas Yon.

Wali Nagari Pauh, Dedi Rahmadani, juga menyampaikan dukungan penuhnya terhadap studi tiru ini. “Kami berharap, BUMNag Silayang Saiyo dapat mengadopsi praktik ini. Kegiatan ayam petelur dianggaran menggunakan DD sebesar Rp. 270.000.000. Selanjutnya kami berharap bahwa apa yang menjadi agenda BUMNag Silayang Saiyo, bisa dikembangkan sesuai dengan potensi yang ada di Nagari Silayang,” tutupnya.
Diharapkan, dengan bekal ilmu yang didapatkan dari BUMNag Bina Karya, BUMNag Silayang Saiyo dapat segera merealisasikan program ayam petelur di Nagari Silayang, dan memberikan kontribusi positif bagi peningkatan ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat Silayang.



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.