Menu ✖

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 1 Agu 2024 13:24 WIB ·

BUMDes DIY Bersatu: Jurus Jitu Gairahkan Ekonomi Desa


					BUMDes DIY Bersatu: Jurus Jitu Gairahkan Ekonomi Desa Perbesar

Yogyakarta [DESA MERDEKA] – Semangat kebersamaan dan optimisme membahana di Yogyakarta dalam acara Rembug BUMDes 2024 yang diinisiasi oleh Bumdes.id. Para penggerak Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dari berbagai penjuru Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berkumpul, bukan hanya untuk bertukar cerita sukses dan tantangan, namun juga merajut strategi kolektif untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di tingkat desa.

Momentum acara ini terasa semakin istimewa dengan diresmikannya gedung baru Meravi.id, sebuah oase inkubasi yang didedikasikan khusus untuk memajukan BUMDes di Yogyakarta. Gedung ini diharapkan menjadi rumah bagi ide-ide kreatif dan kolaborasi yang akan membawa BUMDes naik kelas. Kehadiran beragam narasumber kompeten, mulai dari representasi birokrasi, kalangan akademisi yang visioner, hingga para pelaku usaha yang telah malang melintang, semakin memperkaya diskusi dan membuka cakrawala baru bagi pengembangan BUMDes.

Lebih dari sekadar unit usaha di tingkat desa, BUMDes didorong untuk bertransformasi menjadi lokomotif utama penggerak roda perekonomian desa. Penegasan ini disampaikan oleh Danang Setiadi, Kepala Biro Bina Bermas DIY, yang menekankan perlunya BUMDes memiliki mentalitas bisnis yang kuat dan adaptif. Era reformasi kalurahan, dengan otonomi yang lebih besar bagi desa, membuka peluang emas bagi BUMDes untuk menggali dan mengembangkan potensi unik yang dimiliki masing-masing wilayah.

Kendati demikian, Danang juga memberikan catatan kritis bahwa dari 390 BUMDes yang tersebar di Yogyakarta, masih diperlukan upaya keras untuk meningkatkan kualitas dan kinerja sebagian besar di antaranya. Hanya sebagian kecil yang saat ini dapat dikategorikan maju, sehingga kolaborasi dan sinergi menjadi kunci utama untuk mengatasi tantangan ini.

Dalam Rembug BUMDes 2024, benang merah pentingnya kolaborasi terjalin erat di setiap sesi diskusi. Para pelaku BUMDes menyadari bahwa bergerak sendiri akan membatasi ruang gerak dan potensi pertumbuhan. Agus Choliq, perwakilan Forum BUMDes Yogyakarta, lantang menyuarakan urgensi kerjasama antar-BUMDes untuk memperkuat posisi tawar dan memperluas jangkauan pasar. Dengan bersatu, BUMDes memiliki peluang lebih besar untuk mengakses pasar yang lebih luas dan mendapatkan dukungan yang lebih signifikan dari berbagai pihak.

Tak dapat dipungkiri, era digital telah mengubah lanskap bisnis secara fundamental. BUMDes di Yogyakarta pun didorong untuk tidak hanya beradaptasi, tetapi juga menjadi agen perubahan dengan memanfaatkan teknologi secara cerdas dan inovatif. Dr. Rudy Suryanto, seorang akademisi yang memberikan pandangannya dalam acara ini, menekankan bahwa pemanfaatan teknologi digital dapat membuka pintu bagi BUMDes untuk menjangkau konsumen yang lebih luas dan meningkatkan efisiensi operasional secara signifikan.

Peresmian Meravi.id menjadi simbol komitmen untuk memajukan ekosistem BUMDes di Yogyakarta. Diana Arta, Direktur Eksekutif Bumdes.id, dengan antusias menyebut Meravi.id sebagai “rumah baru” bagi BUMDes. Di sinilah diharapkan terjalin sinergi, pertukaran pengetahuan, dan pengembangan bisnis yang berkelanjutan.

Rembug BUMDes 2024 di Yogyakarta telah berhasil membangkitkan semangat baru bagi para pelaku BUMDes. Dengan fokus pada kolaborasi, pemanfaatan teknologi digital, dan dukungan konkret dari wadah seperti Meravi.id, BUMDes di Yogyakarta memiliki potensi besar untuk menjadi pilar utama dalam menggerakkan roda perekonomian desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 398 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Siasat Ekspor Mikro: Berhenti Berteori, Saatnya Menyambung Titik Cuan Desa

20 September 2026 - 16:09 WIB

Transportasi Desa Indari Disorot, Pemerintah Diminta Beri Solusi

17 September 2026 - 21:04 WIB

Ketika Mesin Digugat: Palagan Manusia di Pilkades Bantarjaya

17 September 2026 - 13:44 WIB

Tegaskan Bebas Tendensi Politik, LSM KANe Malut Buka Suara Soal Monitoring BLT dan Legalitas Organisasi

8 September 2026 - 06:13 WIB

LSM Tantang Inspektorat Halsel Audit Dana Desa Sengga Baru

4 September 2026 - 22:43 WIB

Jurus Baru 20 Desa Wisata Sumbar Pikat Dunia

3 September 2026 - 05:12 WIB

Trending di RAGAM