Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

OPINI · 15 Des 2024 01:13 WIB ·

BULOG Kembali Jadi Benteng Terakhir Ketahanan Pangan Nasional


					BULOG Kembali Jadi Benteng Terakhir Ketahanan Pangan Nasional Perbesar

Padang Pariaman [DESA MERDEKA] – Dalam diskusi yang diselenggarakan oleh PEJUANG PANGAN, Sabtu (14/12/2024), para pemangku kepentingan sepakat bahwa peran Badan Urusan Logistik (Bulog) sebagai stabilisator harga pangan dan penyangga pasokan beras harus diperkuat. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mencapai swasembada beras dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Fahrurozi, perwakilan Mitra Tani, menegaskan bahwa Bulog harus kembali ke peran aslinya sebagai penjaga ketahanan pangan nasional. “Dengan memperkuat kapasitas Bulog, kita dapat melindungi petani dari fluktuasi harga yang ekstrem dan memastikan ketersediaan beras bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.

Mulyono, Wakil Ketua Umum DPN HKTI, menambahkan bahwa pengembangan Lumbung Pangan Desa merupakan langkah strategis untuk mendukung Bulog dalam menyerap hasil produksi petani. “Dengan adanya Lumbung Pangan Desa, petani memiliki tempat untuk menjual hasil panennya dengan harga yang wajar,” jelasnya.

Faktor-faktor yang Mengancam Ketahanan Pangan

Beberapa faktor yang mengancam ketahanan pangan nasional, seperti perubahan iklim, penurunan luas lahan pertanian, dan fluktuasi harga pupuk, menjadi sorotan dalam diskusi. Untuk mengatasi tantangan tersebut, diperlukan langkah-langkah konkret, antara lain:

  • Peningkatan Daya Tampung Bulog: Dengan meningkatkan kapasitas penyimpanan, Bulog dapat menyerap lebih banyak hasil produksi petani, terutama saat panen raya.
  • Stabilisasi Harga: Pemerintah perlu menetapkan Harga Pokok Penjualan (HPP) yang layak bagi petani dan melakukan intervensi pasar jika harga gabah kering giling (GKG) mengalami penurunan yang signifikan.
  • Pengembangan Infrastruktur Pertanian: Investasi dalam infrastruktur pertanian, seperti irigasi, jalan desa, dan gudang penyimpanan, sangat penting untuk meningkatkan produktivitas petani.
  • Diversifikasi Tanaman: Petani perlu didorong untuk melakukan diversifikasi tanaman pangan agar tidak terlalu bergantung pada satu komoditas saja.
Kesimpulan

Diskusi ini menegaskan kembali pentingnya peran Bulog dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Dengan dukungan dari pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan Bulog dapat menjalankan fungsinya secara optimal dan memberikan manfaat yang nyata bagi petani dan konsumen.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 215 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ironi MonevDD: Target Input 100 Persen, Pengetahuan Nol

23 Agustus 2026 - 09:41 WIB

Monev DD 2026

Gus Yusuf, Darah Segar bagi NU

18 Agustus 2026 - 08:05 WIB

Menghidupkan Kembali Kehangatan Desa: Saat Budak Digital Menjaga Tradisi

16 Agustus 2026 - 11:34 WIB

Anggaran Kertas Birokrasi Bencana vs Komputer Taktis Militer Desa

11 Agustus 2026 - 13:10 WIB

Menggugat Gengsi Hildesheim: Ketika Kuasa Toponimi Merampas Roh Kebudayaan Batang Arau

8 Agustus 2026 - 22:51 WIB

Indonesia di Zaman Sungsang: Ketika Moral dan Hukum Diperdagangkan

8 Agustus 2026 - 18:38 WIB

Trending di OPINI