Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR DESA · 28 Jul 2023 15:25 WIB ·

Bukan Lagi Objek, Desa Kini Jadi Motor Ekonomi Hijau


					Bukan Lagi Objek, Desa Kini Jadi Motor Ekonomi Hijau Perbesar

Jakarta [DESA MERDEKA] Wajah pembangunan nasional kini bergeser ke pelosok. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) secara resmi mengumumkan deretan “desa jawara” yang berhasil membuktikan bahwa ketahanan ekonomi nasional justru bermula dari kemandirian di tingkat lokal.

Melalui ajang International Conference on Sustainable Rural Development, Kemendes PDTT memberikan penghargaan tinggi bagi desa-desa yang sukses mengimplementasikan Sustainable Development Goals (SDGs) Desa. Penyerahan penghargaan ini dilakukan langsung oleh Kepala Badan Pengembangan Informasi (BPI) Kemendes PDTT, Ivanovich Agusta, di Gedung Makarti, Jakarta, Kamis (27/7/2023).

Panggung untuk Inovator Energi Bersih
Sudut pandang menarik muncul pada kategori desa dengan capaian goals tertinggi. Desa-desa seperti Tanah Merah (Kampar), Parit Kebumen (Bengkalis), Glapan (Grobogan), dan Kakor (Manggarai Barat) kini menjadi rujukan nasional karena keberhasilan mereka mengadopsi energi bersih dan terbarukan.

Tak hanya itu, Desa Nanga Lebang (Sintang) mencuri perhatian dunia internasional dengan predikat desa sadar lingkungan dan tanggap perubahan iklim. Penghargaan ini menegaskan bahwa isu global seperti krisis iklim kini dijawab dengan aksi nyata oleh masyarakat pedesaan.

Dominasi Juara per Wilayah
Kemendes PDTT membagi penghargaan berdasarkan region untuk memastikan keadilan distribusi prestasi dari Sabang sampai Merauke:

  • Sumatera: Desa Tanah Meriah (Kampar) & Desa Parit Kebumen (Bengkalis).
  • Papua: Kampung Vasco Damneen (Teluk Bintuni).
  • Jawa-Bali: Desa Glapan (Grobogan) & Desa Gunungsari (Ciamis).
  • Nusa Tenggara: Desa Kakor (Manggarai Barat) & Desa Bakti.
  • Kalimantan: Desa Nanga Lebang (Sintang) & Desa Pandawan (Hulu Sungai Tengah).
  • Sulawesi: Desa Wonorejo (Luwu Timur) & Desa Neniari.

Sinergi Akademisi dan Pemerintah Daerah
Keberhasilan desa tak lepas dari dukungan penuh pemerintah kabupaten. Oleh karena itu, Kemendes PDTT juga memberikan apresiasi kepada Bupati Kampar, Grobogan, Sintang, Luwu Timur, dan Teluk Bintuni atas komitmen mereka dalam pendampingan SDGs Desa.

Di sisi akademik, PKN STAN keluar sebagai pemenang sayembara SDGs Desa. Selain itu, tiga karya ilmiah (paper) terbaik turut diumumkan, termasuk riset mengenai keterlibatan masyarakat desa dalam pasar karbon Indonesia (Indonesia Carbon Market) dan analisis meta-regresi implikasi sosial lingkungan di pedesaan.

Penghargaan ini menjadi sinyal kuat bahwa desa-desa di Indonesia telah naik kelas. Mereka tidak lagi hanya menunggu instruksi pusat, melainkan aktif menciptakan ekosistem berkelanjutan yang menjaga ketahanan ekonomi nasional dari guncangan global.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 92 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Merti Dusun Kranggan 1 Jadi Ruang Warga Lestarikan Budaya Jawa

6 September 2026 - 23:13 WIB

Krisis Air Kertagena Laok: Antara Hak Publik dan Dana Aspirasi

28 Agustus 2026 - 14:15 WIB

Watugede Culture Festival 2026 Bukukan Transaksi Rp140 Juta

25 Agustus 2026 - 09:10 WIB

pembukaan watugede culture festival

Kursi Panas BPD Sosoh Buay Rayap Berakhir Damai

21 Agustus 2026 - 23:28 WIB

Suara Kaum Marginal di Balik Gelar Desa Antikorupsi Nasional Banyubiru

21 Agustus 2026 - 15:28 WIB

Puncak Gunung Es BSPS Malaka: Rakyat Miskin Dipaksa Nombok

21 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Trending di KABAR DESA