Jakarta [DESA MERDEKA] – Wajah pembangunan nasional kini bergeser ke pelosok. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) secara resmi mengumumkan deretan “desa jawara” yang berhasil membuktikan bahwa ketahanan ekonomi nasional justru bermula dari kemandirian di tingkat lokal.
Melalui ajang International Conference on Sustainable Rural Development, Kemendes PDTT memberikan penghargaan tinggi bagi desa-desa yang sukses mengimplementasikan Sustainable Development Goals (SDGs) Desa. Penyerahan penghargaan ini dilakukan langsung oleh Kepala Badan Pengembangan Informasi (BPI) Kemendes PDTT, Ivanovich Agusta, di Gedung Makarti, Jakarta, Kamis (27/7/2023).
Panggung untuk Inovator Energi Bersih
Sudut pandang menarik muncul pada kategori desa dengan capaian goals tertinggi. Desa-desa seperti Tanah Merah (Kampar), Parit Kebumen (Bengkalis), Glapan (Grobogan), dan Kakor (Manggarai Barat) kini menjadi rujukan nasional karena keberhasilan mereka mengadopsi energi bersih dan terbarukan.
Tak hanya itu, Desa Nanga Lebang (Sintang) mencuri perhatian dunia internasional dengan predikat desa sadar lingkungan dan tanggap perubahan iklim. Penghargaan ini menegaskan bahwa isu global seperti krisis iklim kini dijawab dengan aksi nyata oleh masyarakat pedesaan.
Dominasi Juara per Wilayah
Kemendes PDTT membagi penghargaan berdasarkan region untuk memastikan keadilan distribusi prestasi dari Sabang sampai Merauke:
- Sumatera: Desa Tanah Meriah (Kampar) & Desa Parit Kebumen (Bengkalis).
- Papua: Kampung Vasco Damneen (Teluk Bintuni).
- Jawa-Bali: Desa Glapan (Grobogan) & Desa Gunungsari (Ciamis).
- Nusa Tenggara: Desa Kakor (Manggarai Barat) & Desa Bakti.
- Kalimantan: Desa Nanga Lebang (Sintang) & Desa Pandawan (Hulu Sungai Tengah).
- Sulawesi: Desa Wonorejo (Luwu Timur) & Desa Neniari.
Sinergi Akademisi dan Pemerintah Daerah
Keberhasilan desa tak lepas dari dukungan penuh pemerintah kabupaten. Oleh karena itu, Kemendes PDTT juga memberikan apresiasi kepada Bupati Kampar, Grobogan, Sintang, Luwu Timur, dan Teluk Bintuni atas komitmen mereka dalam pendampingan SDGs Desa.
Di sisi akademik, PKN STAN keluar sebagai pemenang sayembara SDGs Desa. Selain itu, tiga karya ilmiah (paper) terbaik turut diumumkan, termasuk riset mengenai keterlibatan masyarakat desa dalam pasar karbon Indonesia (Indonesia Carbon Market) dan analisis meta-regresi implikasi sosial lingkungan di pedesaan.
Penghargaan ini menjadi sinyal kuat bahwa desa-desa di Indonesia telah naik kelas. Mereka tidak lagi hanya menunggu instruksi pusat, melainkan aktif menciptakan ekosistem berkelanjutan yang menjaga ketahanan ekonomi nasional dari guncangan global.
Redaksi Desa Merdeka


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.