Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

PEMERINTAHAN · 22 Jul 2023 19:58 WIB ·

Bukan Dana, Gus Halim Sebut Pelatih Kunci Kemajuan Desa


					Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar memberikan arahan dalam acara Training of Trainer Peningkatan Partisipasi Pegiat Desa dalam Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa di Surabaya, Sabtu (22/7/2023). Kegiatan ini diikuti oleh para pendamping desa dari lima kabupaten yakni Bojonegoro, Gresik, Mojokerto, Jember, Sumenep. 
Foto: Wening/Kemendes PDTT Perbesar

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar memberikan arahan dalam acara Training of Trainer Peningkatan Partisipasi Pegiat Desa dalam Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa di Surabaya, Sabtu (22/7/2023). Kegiatan ini diikuti oleh para pendamping desa dari lima kabupaten yakni Bojonegoro, Gresik, Mojokerto, Jember, Sumenep.  Foto: Wening/Kemendes PDTT

Surabaya, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Selama ini publik sering menganggap kucuran dana sebagai faktor tunggal kemajuan desa. Namun, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar, mematahkan stigma tersebut. Ia menegaskan bahwa nasib pembangunan desa justru berada di tangan kualitas para pelatih atau fasilitatornya.

Gus Halim—sapaan akrabnya—menyatakan bahwa infrastruktur yang hebat takkan berarti tanpa pemberdayaan manusia yang mumpuni. Hal ini ia sampaikan dalam pembukaan Training of Trainer (ToT) Peningkatan Partisipasi Pegiat Desa di Surabaya. Menurutnya, para fasilitator adalah ujung tombak yang akan mencetak kader-kader penggerak di pelosok negeri.

Mencetak 5 Kader Per Desa
Dalam skema besar Kemendes PDTT, setiap desa diproyeksikan memiliki lima kader pegiat desa yang akan dilatih secara intensif. Kader-kader inilah yang nantinya menjadi motor penggerak pembangunan di lapangan. Namun, kualitas bimbingan teknis bagi kader tersebut sepenuhnya bergantung pada kematangan para fasilitator yang saat ini sedang digembleng dalam ToT.

“Kualitas pelatihan salah satu kuncinya adalah kualitas dari pelatihnya. Makanya dilatih dulu melalui Training of Trainer. Syaratnya satu: serius mendalami dan mampu mengimplementasikan ilmu dengan baik,” tegas Gus Halim.

Jawa Timur Sebagai ‘Laboratorium’ Nasional
Pemilihan Jawa Timur sebagai lokasi ToT bukan tanpa alasan. Wilayah ini dijadikan laboratorium percontohan nasional untuk lima kabupaten strategis, yakni Gresik, Mojokerto, Sampang, Bojonegoro, dan Jember. Keberhasilan maupun kelemahan teknis dalam pelatihan di wilayah ini akan menjadi potret sekaligus rujukan bagi pelaksanaan bimbingan teknis di daerah-daerah lain di seluruh Indonesia.

Strategi “melatih sang pelatih” ini merupakan langkah out of the box kementerian untuk memastikan bahwa kebijakan pusat tidak hanya berhenti sebagai dokumen, melainkan berubah menjadi gerakan nyata yang partisipatif di level akar rumput.

Gus Halim berharap para Tenaga Pendamping Profesional (TPP) yang terpilih mampu melakukan yang terbaik. Sebab, mereka bukan sekadar bekerja sebagai staf administrasi, melainkan sebagai fasilitator yang sedang melakukan pengabdian besar untuk kedaulatan bangsa melalui kemandirian desa.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 21 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menakar Masa Depan Ekonomi Desa di Balik Sensus 2026

11 Juni 2026 - 14:46 WIB

Dana Desa Tahap I di Atambua Tembus 94 Persen

10 Juni 2026 - 15:33 WIB

Menteri LH Ditantang Tuntaskan Proyek PSEL Padang Raya

27 Mei 2026 - 08:15 WIB

Menbud Fadli Zon Dorong Pembangunan Museum Desa Masif

20 Mei 2026 - 17:38 WIB

Program TEKAD Sulap Potensi 1.110 Desa Demi Makan Gratis

19 Mei 2026 - 10:19 WIB

Target 59 Negara: Saatnya Produk Desa Sulsel Mendunia

15 Mei 2026 - 07:17 WIB

Trending di PEMERINTAHAN