Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

RAGAM · 12 Jan 2026 16:12 WIB ·

Bukan Air Sakti, Sinkhole di Limapuluh Kota Bahaya Dikonsumsi


					Bukan Air Sakti, Sinkhole di Limapuluh Kota Bahaya Dikonsumsi Perbesar

Limapuluh Kota, Sumatera Barat [DESA MERDEKA] Fenomena tanah amblas atau sinkhole di Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, mendadak menjadi “destinasi” dadakan bagi warga yang penasaran. Namun, di balik daya tarik visualnya, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengeluarkan peringatan keras: air di dalam lubang tersebut bukan air penyembuh dan berbahaya jika langsung dikonsumsi.

Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, turun langsung ke lokasi di kawasan pertanian Pombatan pada Minggu (11/1/2026) untuk mematahkan narasi mistis yang mulai berkembang. Berdasarkan uji laboratorium Dinas Kesehatan dan Badan Geologi, air tersebut memiliki kadar pH di bawah 6,5 dan kandungan bakteri e-Coli yang sangat tinggi.

“Jangan diminum. Tidak ada khasiat menyembuhkan penyakit atau manfaat kesehatan di sini. Ini murni fenomena alam, bukan hal mistis,” tegas Vasko di hadapan warga. Ia mengingatkan bahwa mengonsumsi air tersebut tanpa pengolahan sama saja dengan meminum air sungai mentah yang tercemar bakteri.

Risiko Amblasan Susulan: Jarak Aman 50 Meter
Dari sudut pandang keamanan struktur tanah, ancaman belum berakhir. Meskipun secara kimiawi kandungan besi (Fe) dan zat terlarut (TDS) masih tergolong aman, stabilitas tanah di sekitar bibir lubang masih sangat labil. Suara dentuman yang sesekali terdengar dari dasar lubang menjadi sinyal kuat bahwa proses amblasan bawah tanah masih berlangsung.

Masyarakat dilarang keras mendekat dalam radius minimal 50 meter dari bibir lubang. Garis pengaman yang dipasang oleh BPBD dan kepolisian bukan sekadar formalitas, melainkan pembatas nyawa mengingat potensi longsor susulan yang bisa terjadi kapan saja.

Kronologi Ledakan di Tengah Sawah
Lubang raksasa ini muncul pertama kali pada Minggu (4/1/2026) siang di lahan persawahan milik Adrolmios (61). Saksi mata melaporkan adanya suara bergemuruh dahsyat menyerupai ledakan sebelum tanah tiba-tiba ambles sedalam 20 meter. Fenomena ini diduga dipicu oleh retakan tanah akibat kemarau panjang yang kemudian kehilangan penyangga di bagian bawah (rongga karst).

Menanti Rekomendasi Ilmiah Badan Geologi
Kepala Dinas ESDM Sumbar, Helmi, menjelaskan bahwa kajian lapangan sudah dilakukan selama beberapa hari terakhir. Namun, pemetaan menyeluruh terhadap “lorong rahasia” di bawah tanah Situjuah Batua ini memerlukan peralatan tambahan yang lebih canggih.

Hasil kajian komprehensif dari Badan Geologi nantinya akan diserahkan kepada Bupati Limapuluh Kota. Laporan tersebut akan menjadi dasar kebijakan teknis: apakah kawasan ini harus ditutup permanen demi keamanan publik, atau bisa dimanfaatkan kembali untuk pertanian dengan syarat tertentu. Untuk saat ini, logika ilmiah harus dikedepankan di atas rasa penasaran dan kepercayaan tanpa dasar.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 73 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jejak Sunyi di Lembah Pusako

28 Juli 2026 - 09:06 WIB

Peran Bundo Kanduang Kawal Ketertiban Umum Berbasis Adat

28 Juli 2026 - 08:24 WIB

LPM dan Ikhtiar Menumbuhkan Partisipasi dari Akar Rumput

18 Juli 2026 - 22:42 WIB

Jelang Musim Tanam, Warga Kedungwaringin Gelar Hajat Bumi

16 Juli 2026 - 15:18 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 36: Kolaborasi Seni dan Teknologi

8 Juli 2026 - 13:54 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako

4 Juli 2026 - 13:34 WIB

Trending di RAGAM