Blora, Jawa Tengah [DESA MERDEKA] – Kabupaten Blora tidak hanya dikenal dengan jati dan minyaknya, tetapi kini menjadi saksi sejarah bagi arah gerakan intelektual muda di Jawa Tengah. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Tengah secara resmi menggelar Konferensi Koordinasi Cabang (Konkoorcab) ke-23 yang berlangsung sejak 17 hingga 22 Februari 2025. Forum tertinggi di tingkat wilayah ini bukan sekadar seremoni rutin, melainkan upaya radikal dalam merevitalisasi gerakan menuju visi Indonesia Emas 2045.
Mengusung tema besar tentang organisasi yang berdaya, Konkoorcab kali ini menjadi laboratorium strategis bagi para kader untuk membedah tantangan zaman. Ketua PKC PMII Jawa Tengah, Ahmad Fauzi, menegaskan bahwa adaptabilitas adalah kunci agar organisasi tetap relevan di tengah disrupsi sosial, politik, dan ekonomi.
“PMII harus adaptif dan solutif. Konkoorcab ini momentum kita menyusun langkah strategis yang dampaknya harus dirasakan langsung oleh masyarakat luas, bukan sekadar penguatan internal,” tegas Fauzi dalam pembukaan acara.

Navigasi Kepemimpinan di Era Digital
Sudut pandang menarik muncul dalam sesi diskusi yang melibatkan akademisi dan alumni. PMII tidak lagi hanya bicara soal retorika jalanan, tetapi mulai masuk ke ranah manajerial dan literasi digital. Kaderisasi dan regenerasi kepemimpinan menjadi fokus utama untuk memastikan bahwa estafet organisasi dipegang oleh pemimpin yang memiliki integritas sekaligus kemampuan manajerial yang mumpuni.
Khafif Ferdiansyah, selaku Ketua Panitia Pelaksana, menambahkan bahwa forum ini adalah wadah konkret untuk merespons tantangan kepemimpinan masa kini. “Kita menyiapkan kepemimpinan yang progresif. Ini adalah tempat merumuskan strategi besar untuk menjawab persoalan bangsa di masa depan,” jelasnya.
Rekomendasi Strategis untuk Indonesia Emas
Hasil dari Konkoorcab ke-23 ini nantinya akan dituangkan dalam bentuk rekomendasi strategis. Pedoman ini akan menjadi “peta jalan” (roadmap) bagi seluruh cabang PMII se-Jawa Tengah dalam menjalankan program kerja yang selaras dengan visi nasional.
Dengan semangat kolaborasi antar-cabang, PMII Jawa Tengah optimistis bahwa hasil kesepakatan di Blora ini akan menjadi pondasi kuat bagi peran aktif mahasiswa dalam pembangunan bangsa. Regenerasi yang matang di Blora diharapkan mampu melahirkan kader-kader yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga tangguh secara manajerial untuk menyambut 2045.
Pengirim Berita : Adi
Editor : Sahrul



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.