Menu

Mode Gelap
Pj Bupati Banyuasin Koordinasi Langkah Strategis Penguatan Implementasi SAKIP Untuk Peningkatan Nilai AKIP Perangkat Desa Sulut Meninggal Dunia, BPJAMSOSTEK Serahkan Santunan Program Jaksa Garda Desa, Jadikan Gampong Sukaraja Contoh Pengelolaan Dana Desa Rp 7,5 Miliar Tambahan DD Untuk 65 Desa di Konawe Selatan Muhammadiyah Purbalingga :Kolaborasi Multipihak Wujudkan Zero Waste

KORUPSI · 3 Jun 2023 17:17 WIB ·

Biaya Kampanye Tinggi, Kades di Pacitan Korupsi Dana Desa Rp.516 Juta Lebih


 Biaya Kampanye Tinggi, Kades di Pacitan Korupsi Dana Desa Rp.516 Juta Lebih Perbesar

Pacitan (DESA MERDEKA) – Edi Suwito, kedapatan mengkorupsi alokasi dana desa (ADD) dan Dana Desa (DD), untuk mengembalikan dana kampanye saat ia maju sebagai kepala desa Bangunsari, Kecamatan Bandar Kabupaten Pacitan Propinsi Jawa Timur.

“Dana yang diselewengkan itu Rp 516 juta. Untuk kepentingan pribadi. Mengembalikan dana kampanye yang terlanjur keluar ketika tersangka mencalonkan diri sebagai Kades,” terang Ratno Timur Pasaribu, Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Pacitan, Jumat (2/6/2023).

Saat ini, mantan Kades Bangunsari, Edi Suwito, itu ditahan dengan status sebagai tersangka oleh penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Pacitan. Edi sempat menjalani masa penahanan selama 20 hari di Rutan Kelas IIB Pacitan, sebelum akhirnya Kejari Pacitan pun menyatakan lengkap kasus Edi tersebut, dan menyerahkannya kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas dugaan tindak pidana korupsi pada pengelolaan APBDes tahun 2022.

Tersangka terjerat tindak pidana korupsi senilai Rp 516 juta lebih karena beberapa item pekerjaan yang bersumber ADD maupun DD yang semula dialokasikan untuk pemberdayaan masyarakat, sengaja tak digarap hingga lewat tahun anggaran.

“Dalam waktu dekat kita akan melimpahkan berkas perkara untuk diajukan dipersidangan,” kata Ratno Timur Pasaribu, dilansir dari Tribunjatim.com.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 2 ayat 1 juncto pasal 18 undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagaimana telah diubah dengan undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang 31 tipikor dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun kurungan penjara.

“Meski nanti sudah diputus hukuman, bukan berarti tersangka bebas dari kewajibannya untuk mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 516 juta, “ pungkas Ratno.

Saat dilakukan pelimpahan, Edi Suwito terlihat menggunakan baju tahanan berwarna orange. Dia juga menggunakan alat bantu jalan berupa tongkat.

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kades Ngulankulon Trenggalek Ditahan, Bupati Segera Terbitkan Surat Pemberhentian Sementara

10 September 2023 - 18:46 WIB

Kades Ngulankulon Trenggalek Tersangka Korupsi APBDes 2020 Akhirnya Ditahan

5 September 2023 - 18:47 WIB

Cegah Korupsi, Gus Halim Ajak Pendamping Desa Buat Gerakan Dari Rumah Ke Rumah

15 Agustus 2023 - 15:21 WIB

Dampingi Mahasiswa UNEJ, KPK Bangun Budaya Antikorupsi Dari Desa

27 Juli 2023 - 12:10 WIB

Gegara Korupsi Dana Internet Desa, 5 Kades di Flores Timur Diperiksa

26 Juli 2023 - 18:14 WIB

Rajin Sewa Open BO, Mantan Kades Nhesti Jaya Ini “Manfaatkan” Dana Desa

1 Juni 2023 - 17:32 WIB

Trending di KORUPSI