Menu

Mode Gelap
APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa

DESA · 24 Mar 2026 11:13 WIB ·

Beton 18 KM Ubah Malasari Jadi ‘Puncak Baru’ Bogor


					Beton 18 KM Ubah Malasari Jadi ‘Puncak Baru’ Bogor Perbesar

Bogor, Jawa Barat [DESA MERDEKA] Desa Malasari tak lagi terisolasi. Akses jalan menuju Nirmala di kaki Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Kecamatan Nanggung, kini berubah drastis setelah pembangunan jalan beton sepanjang 18,5 kilometer rampung. Dampaknya instan: libur Lebaran 2026 ini, kawasan tersebut diserbu ribuan wisatawan hingga kepadatan kendaraannya disebut mulai menyaingi kemacetan jalur Puncak.

Peningkatan kunjungan ini merupakan buah dari realokasi APBD Kabupaten Bogor 2025 sesuai Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025. Jalan yang dulunya rusak parah dan sulit ditembus saat hujan, kini menjadi urat nadi ekonomi baru bagi masyarakat Bogor Barat.

Bukan Sekadar Wisata, Tapi Penyelamat Nyawa
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa pengecoran jalan melalui skema Karya Bakti TNI (Kodim 0621 & Korem 061) ini bukan sekadar mengejar estetika wisata. Fokus utamanya adalah memangkas waktu tempuh layanan publik yang selama ini menjadi momok bagi warga pedalaman.

“Bisa dibayangkan, dulu warga sakit atau melahirkan malam hari butuh tiga jam ke rumah sakit karena jalan rusak tanpa lampu. Sekarang, aksesibilitas kesehatan dan ekonomi jauh lebih manusiawi,” ujar Rudy. Penggunaan skema TNI dipilih untuk mempercepat pengerjaan fisik tanpa harus melewati proses lelang yang memakan waktu lama.

Alarm Kelestarian di Balik Gemerlap Wisata
Meski ekonomi berdenyut kencang, Pemerintah Kabupaten Bogor memberikan peringatan keras. Mengingat Malasari berada di zona konservasi, aktivitas wisata massal dilarang keras merusak keseimbangan alam. Pembangunan jalan yang kini masuk tahap pengaspalan dan penataan drainase ini wajib dibarengi dengan kesadaran lingkungan dari pengunjung dan pengelola.

“Pemerintah hadir membuka jalan, tapi masyarakat harus menjaga keseimbangan. Jangan sampai pembangunan ini mendatangkan mudarat atau membuat alam marah,” tegas Rudy. Komitmen pelestarian ini menjadi syarat mutlak agar Malasari tetap menjadi paru-paru Bogor sekaligus motor ekonomi yang berkelanjutan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pemdes Rabasa Perkuat Kapasitas Kader Posyandu Lewat Dana Desa 2026, TPP Malaka Barat Apresiasi Komitmen Tingkatkan Layanan Kesehatan

29 Juni 2026 - 20:25 WIB

Prasasti Walandit Wonorejo, Warisan Sejarah yang Menggerakkan Pembangunan Desa

28 Juni 2026 - 19:43 WIB

Prasasti Walandit Wonorejo

Bupati Ingkar Janji, Warga Marubun Lokkung Simalungun Terisolasi

27 Juni 2026 - 22:42 WIB

Drs. Nasril Menang Pilwana Guguak Kuranji Hilir, Diwarnai Protes Warga yang Kehilangan Hak Pilih

27 Juni 2026 - 20:43 WIB

Dari Warga untuk Desa: Warnai Musdes RKP 2027 Tamanharjo

25 Juni 2026 - 20:01 WIB

Rumah Desa Sehat Banjararum: Target Pangkas Gizi Buruk 50 Persen

25 Juni 2026 - 02:50 WIB

Trending di DESA