Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

RAGAM · 10 Feb 2025 09:09 WIB ·

Balada Desa Sidowangi: Kantor Tutup Pelayanan Tetap Gaspol


					<em>Kepala desa Sidowangi, Muansin sedang mengecek berkas</em> Perbesar

Kepala desa Sidowangi, Muansin sedang mengecek berkas

Banyuwangi, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Di Desa Sidowangi, Kecamatan Wongsorejo, birokrasi kaku yang identik dengan jam kerja kantor perlahan mulai terkikis. Bagi pemerintah desa setempat, Standar Pelayanan Minimal (SPM) bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan pengabdian tanpa jeda. Jika jam operasional kantor berakhir, rumah pribadi Kepala Desa pun berubah fungsi menjadi loket pelayanan bagi warga yang membutuhkan bantuan darurat.

Muansin, Kepala Desa Sidowangi, menegaskan bahwa kecepatan dan responsivitas adalah prioritas utama. Setiap harinya, perangkat desa melayani rata-rata lima warga yang mengurus dokumen kependudukan, mulai dari pembaruan Kartu Keluarga (KK) akibat perubahan status pendidikan anak hingga penghapusan data anggota keluarga yang telah wafat.

“Kami berkomitmen melayani masyarakat sebaik mungkin. Jika ada warga yang butuh bantuan, kami siap kapan pun, tanpa batasan waktu,” ujar Muansin saat ditemui di kantornya.

Tradisi Tatap Muka di Era Digital
Menariknya, meski sistem daring (online) sudah tersedia, warga Sidowangi justru tetap memilih “jalur fisik” dengan mendatangi kantor desa. Jarak yang dekat dan keinginan untuk berdiskusi langsung menjadi alasan utama warga enggan menyentuh aplikasi di ponsel mereka.

Bagi mereka, menyerahkan urusan kepada perangkat desa secara langsung terasa lebih praktis dan memberikan ketenangan pikiran. Perangkat desa pun akhirnya mengambil peran sebagai jembatan teknologi; mereka menerima berkas fisik dan menginputnya ke sistem daring demi kenyamanan warga.

Rumah Kepala Desa: Kantor Kedua Bagi Warga
Fleksibilitas menjadi kunci utama di Sidowangi. Kantor desa yang secara resmi beroperasi pukul 08.00 hingga 14.00 WIB, sering kali molor hingga sore hari demi menuntaskan urusan masyarakat. Saat pintu kantor benar-benar terkunci, rumah Muansin menjadi pelabuhan terakhir bagi warga yang sibuk bekerja di siang hari.

Banyak warga yang merasa lebih nyaman berdiskusi detail mengenai kebutuhan administrasi mereka dalam suasana kekeluargaan di kediaman kepala desa. Transformasi pelayanan publik di desa ini membuktikan bahwa dedikasi seorang pemimpin desa mampu menciptakan rasa aman dan kepastian hukum bagi masyarakatnya, jauh melampaui sekat dinding kantor pemerintahan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Asa dari Kalaotoa: Saat Bupati Peluk Keluhan Warga

22 April 2026 - 10:54 WIB

Asa Petani Selayar: Jagung Bersemi, Kelapa Menanti Data

21 April 2026 - 18:24 WIB

Bukan Beban Anggaran, Pers Adalah Perisai Antikorupsi Desa

21 April 2026 - 12:33 WIB

Hentakan Kuntau Bonerate: Memuliakan Pemimpin dengan Ketulusan Adat

20 April 2026 - 22:34 WIB

Luka di Bacan Barat: Saat Dana Kesehatan Desa Dikorupsi

20 April 2026 - 22:18 WIB

Bukan Sekadar Plakat: Vasko Ruseimy dan Solidaritas Kebencanaan Sumbar

17 April 2026 - 14:54 WIB

Trending di RAGAM