Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

KESEHATAN · 15 Apr 2025 04:16 WIB ·

Apotek Desa Untung, Rakyat Sehat: Ide Menkes Atasi Kurangnya Dokter


					<em>Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, saat menjelaskan  gagasan mengenai optimalisasi apotek dan klinik di tingkat desa untuk meningkatkan akses layanan kesehatan dan mengatasi kekurangan tenaga medis.</em> Perbesar

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, saat menjelaskan gagasan mengenai optimalisasi apotek dan klinik di tingkat desa untuk meningkatkan akses layanan kesehatan dan mengatasi kekurangan tenaga medis.

Jakarta [DESA MERDEKA] – Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, menyampaikan keprihatinannya atas tingginya angka masyarakat Indonesia yang menderita sakit gigi, namun ironisnya, jumlah dokter gigi di berbagai daerah masih sangat terbatas. Menyikapi permasalahan ini, Menkes menggulirkan gagasan untuk memberdayakan apotek dan klinik yang berada di tingkat Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Pos Kesehatan Desa (Poskodes) agar tidak hanya melayani program kesehatan pemerintah, tetapi juga dapat menjalankan fungsi komersial.

Menurut Menkes, penambahan layanan kesehatan di apotek dan klinik Pustu serta Poskodes menjadi krusial. Dengan memberikan izin untuk melayani masyarakat umum di luar penerima bantuan kesehatan, diharapkan unit-unit kesehatan ini dapat memperoleh keuntungan finansial yang berkelanjutan. Keuntungan ini diharapkan dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas layanan, menambah ketersediaan obat-obatan, dan menarik tenaga kesehatan untuk bertugas di wilayah tersebut.

“Setidaknya klinik sama apotek minimal harusnya ada satu perawat, satu bidan, sekarang kita tinggal lengkapi plus kita mau nambah apotek karena buat jualan, tidak hanya melayani program kesehatan pemerintah, tapi juga layanan yang lebih komersial, seperti pengobatan batuk, sakit perut, dan lain-lainnya,” ujar Menkes, menekankan pentingnya kelengkapan tenaga kesehatan dan perluasan jenis layanan.

Menkes mencontohkan keberhasilan implementasi konsep serupa di India. Di salah satu desa di India, apotek desa mampu mencatatkan omzet yang signifikan, mencapai Rp 2,6 triliun per tahun dengan rata-rata satu juta kunjungan setiap harinya. Dampak positifnya adalah masyarakat memiliki akses mudah dan terjangkau terhadap obat-obatan.

“Di India sudah ada nih apotek desa setiap hari ada satu juta orang datang omzetnya sudah Rp 2,6 triliun setahun, alhasil masyarakat bisa akses ke obat-obatan yang harganya murah,” pungkas Menkes, menggarisbawahi potensi besar apotek desa jika dikelola secara efektif.

Gagasan Menkes ini diharapkan dapat menjadi solusi inovatif untuk mengatasi disparitas akses layanan kesehatan, terutama di daerah-daerah terpencil yang seringkali kekurangan tenaga medis. Dengan memberdayakan fasilitas kesehatan yang sudah ada di tingkat desa dan memberikan peluang untuk beroperasi secara komersial, diharapkan akan tercipta ekosistem kesehatan yang lebih mandiri dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Fokus utama dari inisiatif ini adalah mendekatkan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat sekaligus menciptakan keberlanjutan finansial bagi fasilitas kesehatan di tingkat desa.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 85 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bidadari Surga: Benteng Desa Hadapi Kanker Paling Mematikan

17 April 2026 - 14:29 WIB

Proyek TRUST: Harapan Baru Rujukan Medis Warga Desa

14 April 2026 - 16:37 WIB

Moto SENYUM: Wajah Baru Layanan Kesehatan Halmahera Selatan

4 April 2026 - 08:44 WIB

Dokter Muda Jabar: Menjadi Cahaya Kesehatan di Pelosok Desa

1 April 2026 - 13:55 WIB

Jalan Santai Mahyeldi-Vasko: Cara Cair Dengar Aspirasi Warga

29 Maret 2026 - 20:56 WIB

Aksi Nyata PKK Samuya Kawal Ibu Hamil Berisiko

24 Maret 2026 - 16:16 WIB

Trending di KESEHATAN