Garut, Jawa Barat [DESA MERDEKA] – Di tengah dominasi figur maskulin dalam peta politik Kabupaten Garut, nama Elsa Rosmiati muncul membawa warna baru. Sosok yang tumbuh dari rahim pergerakan ini kini memegang tongkat komando sebagai Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Pangatikan. Elsa membuktikan bahwa politik bagi perempuan harus lebih dari sekadar “pemanis” surat suara.
Perjalanan politik Elsa merupakan metamorfosis dari seorang aktivis sosial yang kerap berjibaku mengadvokasi hak perempuan dan anak di pelosok Garut. Baginya, masuk ke dalam sistem partai adalah jalan paling realistis untuk memastikan suara kaum marjinal tidak hanya menjadi catatan kaki, tetapi dieksekusi menjadi kebijakan nyata.
Mengubah Paradigma Mesin Partai
Sebagai Ketua PAC, Elsa melakukan reposisi radikal. Ia menolak keras jika struktur partai hanya dipanaskan saat musim Pemilu tiba. Di bawah kepemimpinannya, kantor PAC di tingkat kecamatan didorong menjadi rumah aspirasi yang aktif sepanjang tahun.
“Karier politik saya adalah perpanjangan tangan dari aktivisme. Di PDI Perjuangan, saya punya ruang memastikan suara perempuan Pangatikan dieksekusi dalam kebijakan,” tegas Elsa.
Menurutnya, kekuatan politik sejati tidak lahir dari gedung megah, melainkan dari ketukan pintu dan jabat tangan hangat di setiap rumah warga. Inilah yang menjadi alasan Elsa untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat yang paling mikro: Anak Ranting di tiap RW.
Anak Ranting: Mata dan Telinga Rakyat
Elsa menginstruksikan seluruh kader untuk mengubah pola pikir. Baginya, pemasangan atribut partai seperti bendera dan baliho adalah hal nomor dua. Fokus utamanya adalah kehadiran kader sebagai pemberi solusi atas permasalahan warga di lapangan.
Kader di tingkat Anak Ranting diposisikan sebagai ujung tombak yang paling memahami realitas sosial di lingkungan terkecil. “Mereka adalah mata dan telinga partai. Saya instruksikan kader hadir menjadi solusi atas permasalahan warga di sekitarnya,” tambahnya dengan penuh keyakinan.
Dengan struktur yang solid hingga akar rumput, Elsa optimistis gerbong PDI Perjuangan di Pangatikan akan bergerak dalam satu rampak barisan. Strategi “politik kehadiran” yang ia usung diharapkan mampu memenangkan hati rakyat melalui kerja-kerja kemanusiaan yang nyata dan berkelanjutan.


















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.