Menu

Mode Gelap
Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi

RAGAM · 30 Mar 2024 21:32 WIB ·

Akses Terhalang, Pedagang Gamalama Menjerit Soal Tenda Musiman


					Akses Terhalang, Pedagang Gamalama Menjerit Soal Tenda Musiman Perbesar

Ternate [DESA MERDEKA] – Pedagang pasar di Terminal Gamalama, Ternate, menyampaikan keluhan terkait keberadaan tenda-tenda pedagang musiman. Pasalnya, tenda-tenda tersebut menghalangi akses masuk menuju lapak dagangan mereka. Puluhan tenda berwarna biru itu berdiri sejak awal Ramadan dan menutupi hampir seluruh jalan masuk ke area pedagang permanen, sehingga menyulitkan calon pembeli untuk mencapai lapak mereka. Akibatnya, para pedagang merasakan penurunan drastis pengunjung dan pendapatan.

Sedangkan kondisi berbeda dialami para pedagang musiman yang tumpah ruah di area terminal. Karena langsung berhadapan dengan jalan, calon pembeli mudah menjangkau dagangan mereka.

Nanny, salah satu pemilik lapak di terminal Gamalama menyampaikan bahwa para pedagang di pasar disatu sisi dituntut untuk taat membayar pajak dan retribusi, namun kebijakan Pemkot Ternate dalam hal ini Disperindagkop tidak berpihak kepada mereka.

Menurutnya, Pemkot bersikap tidak adil kepada pedagang tempatan karena memberikan akses kepada pedagang musiman untuk berjualan di tengah-tengah area terminal Gamalama.

Nanny: “Saya rasa torang samua pedagang mengeluh, kecuali pedagang musiman. Dorang mengambil keuntungan disaat seperti ini. Kami diam bukan berarti setuju dengan situasi yang ada, tapi lebih kepada pasrah, so tratau mau bikin apa lagi.”

Sebagai rakyat kecil dirinya merasa dijadikan sapi perah, dimana tiap bulan harus membayar pajak yang semakin naik, sedangkan pendapatan tidak sebanding dengan pengeluaran.

Ramadhan adalah momen yang torang pedagang tunggu-tunggu untuk bisa menutupi sekian bulan yang selama ini sepi, ujarnya, “tapi ternyata itupun tidak kita rasakan, malah semakin hancur.”

Hal senada disampaikan Ellywisna, pemilik lapak di pintu masuk terminal Gamalama.

Jadi jika para pedagang tidak bisa bayar pajak, jangan salahkan pedagangnya, tapi koreksi dulu aturan kebijakan Walikota, DPRD dan Disperindagkop, mengapa lebih mengutamakan tenda pedagang musiman daripada kami para pejuang APBD ini,” terang Ellywisna.

Menurutnya, pedagang musiman sampai berani bangun tenda di area umum itu atas ijin mereka yang terkait.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 89 kali

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 28: Musyawarah Desa Terbuka

14 Mei 2026 - 06:50 WIB

Rehabilitasi Lahan Rusak Ringan dan Sedang di Sumbar Tuntas

13 Mei 2026 - 21:02 WIB

Tabungan Warga Desa Jadi Energi Baru Ekonomi Sumbar

10 Mei 2026 - 21:36 WIB

Etika Jurnalisme: Pilar Penjaga Marwah Pembangunan dari Desa

3 Mei 2026 - 12:13 WIB

Jejak Sunyi di Lembah Pusako Episode 27: Pariwisata Ramah Lingkungan

3 Mei 2026 - 09:57 WIB

Kepala Desa Jarang Ngantor Jadi Ancaman Serius Pembangunan

24 April 2026 - 22:13 WIB

Trending di RAGAM