Menu

Mode Gelap
Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa Bantah Isu Kontraktor LPJ, PMD Kolaka Utara Siapkan Klinik Desa Sultan HB X: Desa Adalah Fondasi Budaya dan Ekonomi Bukan Seremoni, Desa Kambuno Rayakan Hari Desa dengan Aksi

PEMERINTAHAN · 21 Feb 2026 20:08 WIB ·

Akses Keadilan Menembus Desa: Kolaborasi Hukum Terbesar di NTT


					Beberapa Desa di NTT yang mendapat penghargaan dari Menteri Hukum Republik Indonesia Supratman Andi Agtas, (hasil screenshot YouTube Kanwil Hukum NTT) Perbesar

Beberapa Desa di NTT yang mendapat penghargaan dari Menteri Hukum Republik Indonesia Supratman Andi Agtas, (hasil screenshot YouTube Kanwil Hukum NTT)

Kupang, Nusa Tenggara Timur [DESA MERDEKA] Wajah hukum Indonesia kini tak lagi hanya tegak di ruang sidang kota besar, melainkan mulai menyentuh beranda rumah warga di pelosok desa. Melalui langkah revolusioner, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas bersama Wakil Menteri Desa dan PDT Ahmad Riza Patria meresmikan 3.442 Pos Bantuan Hukum (Posbakum) Desa/Kelurahan serentak se-Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (19/2/2026).

Langkah ini menandai pergeseran paradigma: desa kini bukan sekadar objek administratif, melainkan subjek hukum yang berdaya. Dengan ribuan titik layanan baru ini, masyarakat rentan di NTT kini memiliki akses langsung untuk berkonsultasi dan mendapatkan pendampingan hukum tanpa harus menempuh jarak jauh ke ibu kota kabupaten.

Sinergi Unik: Negara, Kampus, dan Raja Timor
Keistimewaan peresmian di Ballroom Hotel Aston Kupang ini terletak pada koalisi “empat pilar” yang jarang terjadi. Pemerintah merangkul akademisi dari empat universitas besar (Undana, UKAW, Unwira, dan UM Kupang), tokoh lintas agama, hingga pemegang otoritas adat seperti Raja Liurai Malaka.

Sinergi ini dikunci melalui nota kesepahaman (MoU) strategis yang mencakup empat poin krusial:

  • Laboratorium Hukum di Desa: Mahasiswa hukum akan terjun langsung ke Posbakum Desa melalui KKN tematik untuk mendampingi warga.
  • Riset Konflik Agraria: Kolaborasi riset untuk membedah persoalan tanah dan administrasi desa di NTT.
  • Tokoh Adat sebagai Mediator: Pelatihan paralegal bagi tokoh agama dan pemangku adat untuk menyelesaikan sengketa lewat jalur non-litigasi (tanpa pengadilan).
  • Harmonisasi Budaya: Mengintegrasikan nilai-nilai adat Timor ke dalam kerangka hukum nasional guna menjaga ketertiban sosial.

Fondasi Desa Mandiri dan Berkeadilan
Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menegaskan bahwa perlindungan hukum adalah hak dasar yang harus dirasakan tanpa diskriminasi. Di sisi lain, Wamen Desa Ahmad Riza Patria menyoroti dampak jangka panjang terhadap tata kelola desa. Keberadaan paralegal dan Posbakum diharapkan mampu mencegah konflik sosial serta meningkatkan akuntabilitas penggunaan dana desa.

Kebijakan ini menjadi jembatan bagi visi “Asta Cita Presiden Prabowo”. Dengan membekali aparatur desa melalui pelatihan paralegal serentak, negara sedang membangun ekosistem keadilan yang inklusif. Desa didorong untuk mampu menyelesaikan persoalannya sendiri secara mandiri, transparan, dan bertanggung jawab.

Momentum di NTT ini diharapkan menjadi pilot project nasional tentang bagaimana hukum negara bisa berdampingan harmonis dengan kearifan lokal demi melindungi warga yang paling membutuhkan.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sanksi Menanti Tiga Kades Malaka Akibat Dana Desa Macet

25 Februari 2026 - 13:49 WIB

Sumatera Barat Jadi Laboratorium Nasional Penanganan Bencana Terpadu

24 Februari 2026 - 09:42 WIB

Mahyeldi Tagih Dana Pusat Demi Pulihkan Sumbar Pascabencana

21 Februari 2026 - 04:36 WIB

Sinergi Danantara dan BUMN Percepat Pembangunan Infrastruktur Sumbar

20 Februari 2026 - 08:19 WIB

Satu Warung Dibongkar, Polemik Tebang Pilih Satpol PP Tulungagung

19 Februari 2026 - 12:34 WIB

Dana Desa 2026: Fokus Hasil Nyata Penggerak Ekonomi Warga

14 Februari 2026 - 14:04 WIB

Trending di PEMERINTAHAN