Banda Aceh, Aceh [DESA MERDEKA] – Mengatasi pengangguran bukan sekadar soal menyediakan lapangan kerja, tetapi tentang bagaimana mempertemukan orang yang tepat dengan posisi yang pas. Menyadari hal tersebut, Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk (Disnakermobduk) Aceh mengambil langkah progresif dengan melatih 30 petugas bursa kerja terpilih untuk menjadi “makelar peluang” yang kompeten.
Selama tiga hari, para peserta yang tergabung dalam Forum Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK dan Career Development Center (CDC) perguruan tinggi se-Aceh digembleng dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Petugas Antar Kerja. Fokusnya jelas: memastikan petugas di garda terdepan pendidikan mampu menjembatani lulusan sekolah dan kampus langsung ke dunia kerja atau wirausaha.
Bukan Sekadar Administrasi, Tapi Strategi
Ketua pelaksana kegiatan, Murhadi Murjid, menekankan bahwa petugas antar kerja kini dituntut memiliki kemampuan teknis yang jauh lebih dalam. Para peserta dibekali materi yang komprehensif, mulai dari pemetaan informasi pasar kerja, teknik pemasaran tenaga kerja, hingga penguasaan konsep Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).
“Tujuannya adalah memberikan pengetahuan mendalam bagi petugas di sektor Dinas Pendidikan, terutama SMK dan Perguruan Tinggi. Kami ingin mereka bekerja lebih efisien dan terkoordinasi agar peluang kerja serta wirausaha bisa dikembangkan dalam waktu yang signifikan,” ujar Murhadi.
Kolaborasi Lintas Institusi
Sudut pandang out of the box dari pelatihan ini terlihat dari keterlibatan para pemateri. Tidak hanya dari birokrasi, pelatihan ini menggandeng psikolog dari HIMPSI Aceh untuk membekali teknik wawancara dan penyuluhan jabatan. Selain itu, pakar dari Pusat Pasar Kerja Kemnaker RI, Universitas Syiah Kuala, hingga LP3I Banda Aceh turut memberikan perspektif industri yang riil.
Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Penempatan Tenaga Kerja (PKPTK), Qifty Reza Kesuma, menutup kegiatan ini dengan harapan besar. Petugas yang telah lulus bimtek diharapkan tidak lagi hanya duduk di belakang meja, tetapi aktif melakukan bimbingan jabatan dan bimbingan karakter bagi calon tenaga kerja di instansinya masing-masing.
Dengan peningkatan kualitas “makelar peluang” ini, Aceh menargetkan penurunan angka pengangguran yang lebih taktis. Petugas kini memiliki senjata baru berupa teknik penyuluhan yang mampu membaca potensi lulusan agar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja global yang kian dinamis.:



















Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.