Menu

Mode Gelap
Siasat Desa Paenre Lompoe Merajut Prioritas di Tengah Badai Efisiensi APBDes 2027: Strategi Desa Batang Kejar Target Desa Zero Stunting Desa di Jawa Timur Kini Wajib Buka Informasi Jombang Jadi Kiblat Layanan Publik: Sukses Tembus Tiga Besar Nasional Tonggak Sejarah Baru: PPDI Boyolangu Perjuangkan Kesejahteraan Perangkat Desa

KABAR DESA · 22 Agu 2024 17:54 WIB ·

Wayang Kulit: Lebih dari Hiburan, Jadikan Pelantikan Perangkat Desa Ngerong Lebih Bermakna


					Wayang Kulit: Lebih dari Hiburan, Jadikan Pelantikan Perangkat Desa Ngerong Lebih Bermakna Perbesar

Tuban, Jawa Timur [DESA MERDEKA] Pelantikan perangkat Desa Ngerong di Kabupaten Tuban digelar meriah dengan pertunjukan wayang kulit semalam suntuk pada Rabu (21/8/2024). Acara yang diselenggarakan bertepatan dengan momen Hari Kemerdekaan ini tidak hanya menjadi hiburan bagi warga, tetapi juga sarana penting untuk menyatukan masyarakat dan para pejabat desa yang baru.

Kepala Desa Ngerong, Jemik Sadiman, menjelaskan bahwa pagelaran wayang kulit ini adalah bentuk apresiasi kepada masyarakat dan cara untuk memeriahkan pelantikan. Selain itu, acara ini juga menjadi wadah bagi para pelaku UMKM untuk berpartisipasi, menunjukkan komitmen desa dalam mendukung ekonomi lokal.

“Pagelaran wayang ini disajikan sebagai hiburan sekaligus bentuk rasa syukur dan apresiasi kami kepada warga yang telah mendukung proses seleksi perangkat desa,” tutur Jemik.

Dalam sambutannya, Jemik Sadiman menyampaikan pesan mendalam kepada tiga kepala dusun (kasun) yang baru dilantik. Ia menekankan bahwa jabatan yang diemban membawa tanggung jawab besar dan menuntut mereka untuk menjaga martabat serta nama baik desa.

“Para kasun harus menyadari bahwa mereka bukan lagi warga biasa. Mereka adalah pemimpin yang harus menjadi contoh dan pengayom bagi masyarakat. Setiap ucapan dan tindakan harus dijaga dengan baik karena akan mencerminkan nama baik desa dan keluarga,” tegas Jemik.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa para kasun yang terpilih merupakan hasil dari proses seleksi yang transparan dan kompetitif. Mereka adalah individu-individu terbaik yang diharapkan dapat menjalankan tugas dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab.

“Gelatik manuk e ireng, mari dilantik kudu metenteng,” ujar Jemik menutup sambutannya dengan sebuah pantun. Pantun tersebut, yang berarti “Burung gelatik warnanya hitam, setelah dilantik harus kerja keras,” disambut tepuk tangan meriah dari hadirin, menggarisbawahi semangat untuk segera bekerja dan memberikan kontribusi nyata bagi desa.

Acara yang berlangsung penuh keakraban ini menjadi simbol kolaborasi antara kepemimpinan desa dan masyarakat. Dengan memadukan unsur budaya lokal dan visi pemerintahan yang modern, Desa Ngerong menunjukkan komitmennya untuk membangun desa yang sejahtera dan berbudaya.

Follow WhatsApp Channel Desamerdeka.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Artikel ini telah dibaca 91 kali

badge-check

Jurnalis

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kursi Panas BPD Sosoh Buay Rayap Berakhir Damai

21 Agustus 2026 - 23:28 WIB

Suara Kaum Marginal di Balik Gelar Desa Antikorupsi Nasional Banyubiru

21 Agustus 2026 - 15:28 WIB

Puncak Gunung Es BSPS Malaka: Rakyat Miskin Dipaksa Nombok

21 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Diduga Beda Nama, Ijazah Balon Kades Karangsegar Dipersoalkan

19 Agustus 2026 - 21:02 WIB

Warga Lubuk Minturun Desak DPRD Sumbar Benahi Sekolah

19 Agustus 2026 - 15:50 WIB

Dilema UMKM Nagari Pangian Lintau Buo Menembus TikTok Shop

18 Agustus 2026 - 21:45 WIB

Trending di KABAR DESA